Jumat, 05 Agustus 2011

Bulan Ramadhan Bulan Quran...


Tanggal 1 Agustus 2011 bertepatan dengan tanggal 1 Ramadhan 1432 H. Berarti hari ini kita telah memasuki hampir seminggu bulan Ramadhan. Bagaimana perasaan sahabat dan saudaraku muslimin, Apakah anda merasakan perbedaan dengan datangnya bulan Ramadhan ini?

Kalau anda tidak merasakan perbedaan sama sekali, percaya dan yakinlah anda harus banyak-banyak istighfar dan berdoa kepada Allah SWT agar diberikan oleh Allah manis dan indahnya bersama bulan Ramadhan. Sebagaimana Rasulullah sampaikan kepada para sahabat bahwa setiap hari-hari bulan Ramadhan, pintu syurga dibuka lebar-lebar dan selalu dihiasi oleh Allah SWT untuk disiapkan bagi hamba-hamba-Ku yang berpuasa.

Salah satu gelar bulan Ramadhan adalah bulan Al-quran. Ada beberapa penceramah yang mengatakan tidak perlu berlomba-lomba menghatamkan Quran, tetapi cukup membaca quran dengan berkualitas yaitu membaca, mentadaburi kemudian menghapalkannya. Kalau anda istiqomah dan yakin untuk melakukan itu. Percayalah, itu amalan yang baik sekali.

Namun, kita adalah generasi Islam yang masih "permissive" dengan kelemahan-kelemahan kita, kita adalah generasi Islam yang masih "permissive" dengan urusan-urusan akhirat, sehingga menurut saya prioritas menghatamkan Alquran selama 1 bulan Ramadhan adalah hal yang wajib sebagai amalan yang dapat kita banggakan kepada Allah di Yaumil Hisab. Karena saya masih yakin, para muslimin banyak yang belum dapat menepati janjinya untuk membaca Quran sampai selesai selama 1 bulan. Bahkan, saya pun masih yakin bahwa masih banyak para aktivis dakwah yang belum dapat menyelesaikan bacaaan Qurannya dalam 1 bulan secara rutin. Padahal dalam buku Tarbiyyah Ruhiyyah, Rasulullah mengatakan muslim yang tidak menyelesaikan bacaan Qurannya dalam 1 bulan, dia adalah orang yang lalai.

Sahabat dan Saudaraku, kalau kita yakin bahwa Alquran adalah pandangan hidup, kalau kita yakin Alquran adalah perkataan Allah SWT, kalau kita yakin bahwa Alquran adalah surat perintah dan larangan seorang hamba kepada Sang Penciptanya, saya yakin waktu 1 bulan adalah waktu yang terlalu lama untuk menghatamkan Quran. Oleh karena itu para sahabat mengatakan kepada Rosul, kami sanggup menyelesaikan bacaan quran lebih cepat dalam 1 minggu atau 3 hari. Lalu Rasulullah mengatakan janganlah kau menghatamkan Quran lebih cepat dari 3 hari karena saya takut ada hak-hak dalam membaca Alquran yang tidak kamu penuhi haknya.

Sahabat dan Saudaraku Muslimin, cetakan Alquran keluaran Arab Saudi itu, dari Surah alfatihah sampai dengan Surah terakhir, terdiri dari 300 lembar. Kemudian, setiap 10 lembar adalah 1 juz alquran. Pengalaman pribadi dan penjelasan beberapa pengahafal Quran, 1 juz Alquran itu memerlukan waktu sekitar 30 s.d. 45 menit bagi pembaca yang level-nya baik. Dan berdasarkan pengalaman para hafiz Quran, orang yang sudah menghatamkan Quran sebanyak 100 kali, kemampuan untuk menghafal Qurannya lebih cepat.

Berarti, tidaklah pantas seorang muslim mengatakan masih tidak bisa menghatamkan Quran. Berarti, tidaklah pantas seorang muslim masih mengatakan tidak bisa baca Quran. Apakah anda masih bisa menghadap Allah di Yaumil Hisab Pengadilan Allah SWT sebagai Sang Pencipta, Sang Pemberi Rejeki, Sang Pengasih Penyayang, Sang Penguasa Segala Sesuatu, Sang Penguasa Syurga dan Neraka, Sang Maha dari segala Maha bahwa anda tidak bisa baca Alquran ????? atau anda belum pernah sama sekali menghatamkan Quran anda ?????

Minggu, 24 Juli 2011

Kumpulan Potongan Doa-doa-ku...



Sahabat Rohimakumullah,

Sewaktu sekolah, saya sering membacakan doa ketika upacara bendera. Di tempat kerja, salah satu tugas sampingan saya (side job) adalah membuat dan membawakan doa ketika ada acara-acara. Mungkin beberapa paragraf dapat dijadikan sumber inspirasi oleh teman-teman yang akan menggeluti hal yang sama, pekerjaan sosial yang dapat memberatkan timbangan kebaikan di akhirat kelak, insya Allah.

Untuk doa pembuka dibuka dengan terjemahan dari surat Alfatihah, atau terjemahan dari doa Robithoh (Ikatan hati),

"Ya Alloh Ya Tuhan kami, sesungguhnya hati-hati kami selalu berada dalam genggaman-Mu, kumpulkanlah hati-hati ini agar senantiasa cinta kepada-Mu, teguhkanlah ketaatan kami kepada-Mu, kuatkanlah janji kami dalam menyusuri tujuan hidup ini, terangilah jalan-jalan ini dengan cahaya-Mu. Berilah kepada kami manisnya ”beriman dan bertawakkal” kepada Engkau Ya Alloh.",

atau dibuka dengan pujian dan ampunan dosa,
"Ya Alloh, Engkau Assalam, bersama Engkau segala keselamatan, Maha Mulia Engkau Wahai Yang Memiliki keperkasaan dan kemuliaan."
"Ya Alloh ampunilah dosa-dosa kami, ampunilah dosa-dosa orang tua kami baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat. Kasihanilah beliau sebagaimana mereka menyayangi kami."
"Ya Alloh Ya Robbana, Karuniakanlah kepada kami pasangan dan anak-anak yang menyejukkan hati dan jadikanlah kami dan keluarga kami orang-orang yang bertakwa."

Ketika memasuki isi doa, setiap permulaan doa sebaiknya didahului dengan sifat-sifat Allah yang agung.
"Ya Alloh Tuhan Yang Maha Perkasa, berilah Rahmat atas ”Keberhasilan dan Prestasi Kerja” yang Engkau berikan kepada kami, Jadikanlah kesuksesan ini merupakan jalan untuk menambahkan keimanan dan ketaatan kami kepada-Mu, Jauhkan kami dari sifat sombong lagi membangga-banggakan diri seolah-olah keberhasilan tidak ada campur tangan dari kehendak-Mu."

"Ya Alloh Yang Maha Bijaksana, setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban di Yaumil Mahsyar. Jadikanlah pemimpin kami adalah pemimpin yang adil dan amanah. Berikanlah selalu kesehatan dan semangat untuk mengarahkan kepada kebaikan untuk menuju ridho-Mu."

"Ya Alloh Ya Rahman Ya Rahiim, Tamu Agung, Bulan suci Ramadhon sebentar lagi akan menyapa kami dengan keagungannya, kuatkanlah semangat dan keimanan kami untuk tidak akan menyia-nyiakan bulan yang suci ini dengan memberikan ”amalan dan ibadah” yang terbaik. Ya Alloh, jadikanlah kami orang-orang yang cerdas dalam menempuh hidup ini, yaitu orang yang bekerja dengan “ihsan” tapi selalu ber-orientasi pada kampung akhirat yang kekal."

"Ya Alloh di hari ulang tahun ... yang ke ... tahun ini, semakin bertambah umur lembaga ini, mungkin semakin banyak dosa yang kami perbuat, semakin banyak amanah-Mu yang kami lalaikan, semakin banyak lisan kami yang tidak terjaga, Oleh karena itu ya Alloh, ampunilah dosa-dosa kami, sesungguhnya tulang belulang ini tidaklah mampu untuk menerima siksa-Mu yang sangat pedih, sebagaimana Rosululloh pernah gambarkan, selemah-lemahnya siksaan neraka adalah apabila kerikil neraka diletakkan di telapak kaki, maka mendidihlah seluruh otak kepala."

"Ya Alloh Ya Robbana, di hari ulang tahun ... yang ke ... tahun ini, selama .. tahun ini, telah banyak pula keberhasilan, pujian, dan penghargaan yang kami terima. Oleh karena itu Ya Alloh, jadikanlah kami orang-orang yang bersyukur atas nikmat-Mu. Sesunggunya segala puji hanyalah kepunyaan Engkau, dan tidak ada kekuatan kecuali hanyalah milik Engkau."

"Ya Alloh Ya Rahmannur Rohim, Terlihat masih panjang perjalanan yang akan kami tempuh di masa-masa mendatang, Sedangkan kematian selalu mengintai, sekali dia datang maka tidak dapat dimundurkan atau dimajukan. Oleh karena itu Ya Alloh, jadikanlah kami orang-orang yang cerdas dalam menempuh hidup ini, yaitu orang yang bekerja dengan “ihsan” tapi selalu ingat akan kematian dan kampung akhirat."

"Ya Alloh Ya Azis wa Hakiim, Banyak sekali peringatan dan perumpamaan yang Engkau sampaikan dalam Alqur’an, Banyak amal-amal manusia di yaumil Mahsyar bagaikan fatamorgana, banyak amal-amal manusia di yaumil hisab bagaikan debu-debu yang beterbangan, Alangkah meruginya orang-orang itu Ya Alloh, pastilah mereka akan Kau masukkan kedalam Neraka-Mu, Oleh karena itu Ya Alloh Jadikanlah amalan-amalan kami, amalan yang akan memberatkan timbangan kebaikan, sehingga Engkau Ridho untuk memberikan surga-Mu."

"Ya Alloh Ya Robbana, merupakan Sunnatulloh, hidup ini Engkau pergilirkan kepada Hamba-Hamba-Mu, bagi rekan yang mutasi dan MPP(Pensiun) berikan kesehatan yang baik dan semangat di tempat yang baru, bagi para jubilaris berilah berkah dan nilai ibadah selama bekerja di ..., bagi yang promosi berilah rasa syukur dan rasa amanah, bagi yang belum berilah Kesabaran, Semoga segala keputusan ini membawa ketaqwaan kami kepada-Mu ya Alloh."

"Ya Alloh Ya Rohmanurrohiim, Selamatkanlah kami di dalam din-Mu, Sehatkanlah badan kami, Tambahkan ilmu yang bermanfaat, Berkahkan rejeki yang Kau berikan, terimalah taubat kami sebelum maut menjemput, mudahkanlah dalam sakaratul maut, dan akhirkan hidup ini dengan ampunan-Mu."

"Ya Alloh Ya Rohman dan Rohiim, Berilah kami kesehatan dan umur yang penuh berkah. Jadikanlah kami sebagai orang-orang yang bersyukur dan bershabar atas segala keputusan dan ketentuan-Mu. Sesungguhnya Syurga-Mu jauh lebih baik dan kekal."

"Ya Alloh Ya Rohman dan Rohiim, Jadikanlah kami orang-orang yang berprasangka baik, berhusnuzhon kepada Alloh atas semua takdir-Mu. Jadikanlah kami sebagai orang-orang yang bersyukur ketika Engkau beri keberhasilan, kesenangan dan kemudahan. Dan Jadikanlah kami sebagai orang-orang yang shabar ketika Engkau uji dengan kegagalan, kesedihan dan kesulitan. Sesungguhnya kebaikan kampong akhirat lebih baik dan kekal."

"Ya Alloh di bulan syawal yang penuh mubarok, kami bersilaturahmi untuk saling bermaaf maafan. Eratkanlah ikatan hati diantara kami, kuatkanlah dengan kasih sayang-Mu. Jauhilah dari kami sifat iri, dengki dan saling mencela."

Kemudian ditutup dengan doa,
"Ya Alloh Maha Penerima Taubat, perkenankanlah permintaan kami ini.", dilanjutkan dengan doa penutup keselamatan yang sudah kita ketahui bersama.

Disamping itu yang perlu diingat doa janganlah terlalu panjang dan jangan pula terlalu pendek. Setiap paragraf ini, dipindahkan kedalam tabel yang kemudian dicetak dan digunting menjadi lembaran kecil-kecil namun tetap mudah dibaca, sehingga mudah ketika membawakannya. Selamat mencoba.. Wallahu a'lam.

Minggu, 16 Januari 2011

Kapan Ujian ini Akan Berlalu....



Saudaraku, 

Janganlah kita selalu berpikir bagaimana ujian Allah ini agar segera cepat berlalu. Boleh jadi, ketika ujian itu pergi, berarti kita sudah tidak bersyukur lagi kepada Allah SWT. 

Karena sudah sunatullah bahwa namanya manusia pasti akan diuji sebagaimana dalam suatu hadist bahwa "Dunia itu adalah penjara bagi orang-orang beriman".

Saya teringat dengan obrolan dengan istri saya, ketika dia mengingat taushiah seorang ustadz dalam sebuah pengajian, ketika Sang Ustadz bercerita seorang ibu yang mempunyai anak yang cacat mental. Namun sekarang anaknya tersebut sudah tiada. Ibu itu menceritakan kembali masa-masa ketika anaknya yang bermasalah-nya itu masih hidup. 

Banyak orang, tetangga dan saudara menyangka bahwa kami sudah terlepas dari beban yang berat. Padahal, dia yang sering membangunkan saya jam 3.00 pagi sehingga saya sering melakukan sholat tahajjud. Ketika terdengar azan 5 waktu, dia selalu memperlihatkan tingkah2-nya seolah-olah dia meminta saya agar segera melakukan sholat tepat pada waktunya. Karena dia juga, saya sering membacakan Al-quran karena dengan bacaan Al-quran itu dia merasa tenang dan tampak senang. 

Subhanallah. Namun ketika beliau dipanggil Allah SWT, saya sudah mulai jarang melakukan ibadah-ibadah yang sering saya lakukan dibandingkan ketika dia masih hidup.

Saudaraku, Janganlah kita selalu tergesa-gesa dengan ujian Allah. Jadilah kita orang yang sabar, karena sabar itu tidak ada batasnya. Janganlah kita berputus asa dari rahmat Allah SWT, kalau kita mengaku sebagai orang yang beriman. Allah berfirman dalam surat al-Insyirah (QS 94:5-6) :

"Bersama kesulitan pasti ada kemudahan" Allah menguatkan kembali dengan mengulang 2 kali kalimat tersebut. Mufassir menafsirkan bukan setelah kesulitan baru ada kemudahan. Namun bersama-sama kesulitan, Allah selipkan kemudahan di dalamnya.

Oleh karena itu wajar, kalau Rasulullah pernah bersabda di dalam hadist dikatakan bahwa orang yang bunuh diri sama saja dia melemparkan dirinya kedalam api neraka dan kekal di dalamnya...

Selasa, 07 Desember 2010

Nikmat mana dari Tuhanmu yang kamu dustakan?



Ar-Rasulullah qudwatunaa....

Hari ini Selasa, 1 Muharam 1432H, bertepatan dengan 7 Desember 2010, kebetulan saya sedang dinas melakukan audit di KBI Banjarmasin, menginap di Hotel Rattan Inn, Jl. Ahmad Yani Km 5,7.

Ketika menghidupkan notebook untuk mempersiapkan bahan diskusi audit, saya teringat untuk mendengarkan digital Quran yang dilantunkan oleh seorang Hafiz Syeikh Sa’ad Alghomidi, imam masjid Damaam, Riyadh. Software ini dilengkapi pula dengan terjemahan dalam 2 Bahasa, yaitu: Indonesia dan Inggris. Biasanya saya menghidupkan digital Quran, hanya mendengarkan sambil bekerja dengan lihat-lihat yang lainnya (multi-tasking).

Namun hari ini saya sengaja menghidupkan digital Quran dimulai surat Ar-Rahman sambil muraja’ah dan membaca terjemahannya pikir saya. Coba antum lakukan seperti yang saya lakukan? Subhanallah, betapa indahnya bacaan dan terjemahannya, seolah-olah ada energy yang tidak kita duga sebelumnya. Surat itu dimulai dengan kata Arrahman (Tuhan Yang Maha Pemurah), kemudian mulai ayat 13 s.d akhir ayat 78, terdapat ayat-ayat yang selalu diulang-ulang, Nikmat mana dari Tuhan kamu yang kamu dustakan? Kemudian ditutup dengan Maha agung nama Tuhanmu Yang memiliki kebesaran dan karunia.

Saudaraku, coba anda baca lagi terjemahan Surat Ar-Rahman sekali lagi, Tuhan yang Maha Pemurah, Yang telah mengajarkan Qur’an. Pernahkah kita berpikir apakah ada hubungannya antara kemurahan Allah dengan Quran yang diturunkan Allah? Apakah kita percaya bahwa Quran adalah Kitab Petunjuk? Apakah kita paham bahwa Generasi Islam adalah Generasi Quran?. Apakah kita yakin dengan hadist Rasul bahwa tidak ada bacaan yang apabila kita membacanya mendapatkan pahala, kecuali Al-quran? Bagaimana menurut anda, kalau ada seseorang berkata: Tidaklah pantas bagi seorang Muslim, kalau dia tidak membaca Quran-nya dalam setiap harinya? Sudah benar-benar lalai seorang muslim, kalau dalam setiap harinya tidak pernah menargetkan dirinya untuk membaca berapa ayat Quran yang dibaca setiap harinya.

Saudaraku, pantaslah Allah kalau menghubungkan antara Tuhan Yang Maha Pemurah dengan nikmat mana dari Tuhanmu yang kamu dustakan? Coba anda baca lagi terjemahan surat Ar-Rahman sekali lagi, dengan dimulai dari nikmat-nikmat Allah yang sudah diberikan di bumi sampai pada nikmat-nikmat Allah yang akan diberikan di Surga. Seolah-olah Allah berkata dengan jelas, transparan, dan detil tentang nikmat-nikmat-Nya pada orang-orang yang masuk kedalam surga. Seolah-olah Allah berkata berulang-ulang, apakah hamba-hamba-Ku masih tidak mau untuk berlomba-lomba memasuki surga Allah???... Sungguh Maha Rahman wahai Engkau Ya Allah. Wallahu a’lam.

Jumat, 03 September 2010

Ketika malam Lailatul Qadar bersemi.....


Di tahun 2010, Sabtu 4 September atau bertepatan dengan hari ke 25 Ramadhan 1431H, pertama kali saya memulai kembali sharing dalam blogspot ini. Sering orang bertanya tanda-tanda physically bahwa kita mendapatkan malam Lailatul Qadar.

Saudaraku, terkadang kita senang berdiskusi untuk hal-hal seperti ini, mendapatkan pahala yang besar dari Allah seketika dari malam lailatul qadar dimana satu kebaikan dinilai seribu bulan atau 83 tahun. Tetapi kita kurang serius untuk selalu menampilkan amalan-amalan terbaik di hari-hari bulan Ramadhan.

Terkadang dengan semakin pintarnya manusia, ada pertanyaan-pertanyaan yang cukup menggelitik yang bertanya apakah kalau malam Lailatul Qadar turun di malam-malam ganjil, bagaimana dengan perbedaan waktu yang berbeda di belahan bumi ini?, seperti di Indonesia jam 2 pagi, tetapi di US-kan dengan perbedaan waktu 12 jam, masih jam 14.00 siang. Pertanyaan lain, apakah kalau di suatu negara, musimnya sedang hujan terus setiap malamnya. Apakah pada saat itu tidak terjadi malam lailatul Qadar?? Kemudian ada pertanyaan lagi, apakah malam lailatul Qadar cuma sekali dalam semalam atau lebih dari itu???

Sauadaraku, ada 3 hal yang jelas sekali dan harus kita yakini. Di dalam hadist disampaikan bahwa malam Lailatul Qadar pasti datang pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan, maka perbanyak dan tingkatkan amalan-amalan kita dibandingkan dengan hari-hari Ramadhan sebelumnya. Yang ke-2, perbanyaklah doa yang biasa Rasulullah lakukan di bulan Ramadhan “Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwafa’ fuanna” (Wahai Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, sayangi dan ampunkanlah kami) dan “Allahumma nasaluka ridhoka waljannah wanauzubika minannar” (Ya Allah ridhokanlah kami dengan syurga-Mu dan jauhkanlah neraka-Mu”). Ke-3, perbanyaklah semua amalan kebaikan lebih banyak dari bulan biasanya, dan diri kita pun juga membenarkan bahwa kita sudah melakukannya lebih banyak, seperti ke mesjid, berdoa, sholat sunnah, sedekah dan baca Quran. Dan menurut pendapat sebagian dari salafussholeh, apabila seorang yang bisa membaca Alquran dengan baik, namun dia tidak bisa meng-khatamkan bacaan Quran-nya khusus di bulan Ramadhan, maka dapat dikatakan dia sudah lalai dengan hak atas Quran-nya.

Seharusnya, kita wajib punya strategi dengan amalan-amalan akhirat, memasuki kenikmatan syurga yang kekal perlu pengorbanan dan kesungguhan, meskipun kita sadar bahwa rahmat Allah sungguh besar, Allah Maha pengasih, penyayang, dan pengampun pada hamba-hamba-Nya. Wallahu alam.

Jumat, 25 Desember 2009

Satu hari terakir menjelang leave for good..

Hari itu adalah Jumat tanggal 11 Desember 2009, sebetulnya saya tidak ingin repot-repot mendapatkan kehormatan untuk dilepas ketika kami meninggalkan kota Brisbane, di dalam pemikiran saya, kasihan pada anak-anak antum yang masih kecil dan kesibukan antum yang malamnya kadang-kadang bekerja. Tetapi pemikiran saya salah selama ini, ternyata momen itu ternyata momen yang paling berkesan. Berkat semangat ukhuwwah karena Allah SWT, semua kesibukan dan kecemasan dapat dikalahkan.


Ketika turun dari tangga elevator bandara menuju customs, saya melihat teman-teman dan para sahabat melambaikan tangan perpisahan. Tidak terasa, ketika duduk di pesawat menjelang take off, wajah-wajah dan lambaian tangan itu terputar kembali di ingatan. Tidak terasa ternyata menetes air mata ini ketika mengingat wajah-wajah dan lambaian tangan teman-teman dan para sahabat, seolah-olah selama 1.5 tahun episode bersama teman-teman sudah berahir dan tidak akan terulang kembali. Ketika teman-teman kembali ke Indonesia pun tidak akan mungkin kondisi dan kesempatan seperti di Brisbane akan terulang kembali. Walau ada beberapa teman ada yang mendoakan agar dapat kembali lagi ke kota Brisbane untuk melanjutkan sekolah S3.

Ikhwah Rohimakumulloh,
Tetesan air mata ini juga pernah saya alami ketika di minggu pertama kali tiba di Brisbane. Karena teringat kebesaran rahmat Alloh SWT sehingga saya bersama keluarga pada akhirnya bisa melanjutkan sekolah S2 ke luar negeri. Ketika balik dari sekolah anak di Ironside ke rumah di 9th Ave saat itu, saya membaca almatsurat. Memang saya jarang membaca almatsurat sehabis sholat. Tetapi lebih sering ketika sedang dalam perjalanan atau sedang santai tidak ada kesibukan.

Salah satu doa membuat saya segugukan saat itu adalah “Allohumma anta Robbi la ila hailla anta kholaqtanii, wa ana a’bduka wa ana a’la ahdika wa wa’dika mastato’tu, a’udzubika min syarri ma sona’tu, abu ulaka bini’matika alayya wa abu bidzambii faghfirlii fainnahu la yaghfiru dzunuba illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik” (Ya Alloh Engkaulah Tuhanku yang sebenar-benarnya. Tidak ada tuhan lain kecuali Engkau. Engkau yang menciptakan diriku. Aku hanyalah hamba-Mu. Aku berusaha untuk setia memegang janji-Mu. Aku berlindung pada-Mu ya Alloh akibat dari kejahatan yang terlanjur saya perbuat. Sekian banyak nikmat-Mu padaku. Dan telah banyak dosa yang kuperbuat. Maka ampunkanlah dosaku. Tiada yang dapat menghapus dosa kecuali Engkau).

Sambil saya berdoa kepada antum semua. Ikhwah filah, semoga antum semua dimudahkan Allah urusannya, ditambahkan keimanannya, diberi rahmat dan lindungan Allah SWT. Semoga antum diberikan pengganti teman-teman dan sahabat-sahabat yang lebih baik dan lebih sholeh dalam menapaki jalan dakwah ini. Amin.

Farewell 1

Sebelumnya ana persembahkan nasyid from brothers
https://www.youtube.com/watch?v=lOaTAV2_ibM

However, perpisahan is not so sad like that song.....he3x. .
Obviously, Di dalam hidup ini hanya ada 2 pilihan antum ingin menjadi "Tentara kebenaran" or "Tentara Kebatilan"?(antum tidak bisa netral) ibarat di yaumil akhirat, antum akan dimasukkan ke surga dan neraka.
Antum suka tidak suka, sukarela atau terpaksa, bargabung atau berlepas diri. Roda dakwah ini akan selalu terus berputar. Apakah antum ingin menjadi bagian dari roda dakwah ini?
Ber-islam haruslah berjama'ah (bersama-sama) , karena kebatilan pun akan selalu berjamaah untuk menghancurkan Al-haq.
So, keep in your mind, harus selalu "tawazun" (balance) in doing this life, karena kesibukan dan kemalasan akan selalu mengejar-ngejar kita.
Semoga kita semua termasuk orang2 yang selalu diberi rahmat, maghfirah dan lindungan Alloh SWT.
Please forgive me akhi for the all my wrong doing.

Farewell 2

Don't forget I will not come anymore for your invitation...he3x..
However, this is the best halaqoh I have ever had in Brisbane.
Semoga halaqoh kita menjadi bagian dari perjuangan "Pergerakan Roda Dakwah seluruh Mujahid Dakwah penjuru dunia."
Walau terlihat seperti air beriak, tetapi dalam maknanya, karena halaqoh bagian dari "Manhaj Da'wah Rasululloh". Halaqoh kita sebagai indikator bahwa kita adalah bagian dari follower of Arqom bin Abi Arqom.
Ketika hati kita melemah, semangat ukhuwwah mulai mengering dan kemalasan merenggut diri kita. Ingatlah dengan youtube ini Saudaraku
https://www.youtube.com/watch?v=7K9SIY1Xia8

Semangat semangat Jihad harus selalu berkobar, karena kalau tidak, tentara kebatilan akan mencabik-cabik diri kita dari seluruh penjuru.
Jihadul kubro belum memanggil kita, tetapi yakinlah suatu saat dia pasti akan memanggil kita dan keluarga kita. Persiapkanlah selalu perbekalan untuk menyongsong hal yang satu ini. Apakah tidak pantas Allah SWT menerima amalan-amalan terbaik dari hamba-hamba-Nya dengan balasan syurga?

Minggu, 06 Desember 2009

Ketika Kemenangan Telah Tiba...



Ketika membaca Alqur'an Surat An-Nashr (Surat ke 110), betapa indahnya firman Allah Ta'ala, “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah. Maka bertasbihlah dengan memuji Allah dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima Taubat.”
 
Ketika pertolongan Alloh telah datang, ketika kemenangan telah tiba, ketika keberhasilan telah diperoleh, maka banyaklah memuji Allah, maka banyaklah meminta ampun kepada Allah.
 
Subhanallah, terkadang kita melupakan perintah ini. 

Kita merasa semua itu adalah hasil jerih payah kita, semua itu hasil kecerdasan kita, semua itu berkat rencana yang sistematis, semua itu adalah hasil kolaborasi, strategi, dan lobi-lobi yang hebat dari kita. Saya rasa Allah tidak menapikkan usaha dan kerja keras hamba-hamba-Nya. Tetapi, ketika kita merenung kembali tapak demi tapak proses kemenangan dan keberhasilan yang kita peroleh. Seberapa besar peran dan campur tangan Allah SWT dalam semua proses ini. 

Bagaimana Allah telah memberikan kesehatan, kemampuan panca indera, dan otak kepada kita? Bagaimana Allah telah menyelaraskan seluruh lingkungan di sekitar kita untuk membantu proses keberhasilan itu? 

Bukankan Allah yang dapat memutar balikkan hati manusia sehingga kolega, supervisor, lecturer atau atasan mau membantu keberhasilan kita? Bukankan Allah Sang Maha Pengasih dan Pemurah, sehingga kita masih merasakan siang dan masih merasakan malam? Bukankah Allah Sang Maha Segala Sesuatu sehingga semua yang terjadi dilangit dan dibumi berada dalam genggaman-Nya. 

Saudaraku, banyaklah bertasbih dan banyaklah beristighfar. 

Jadikanlah semua keberhasilan dan kemenangan itu merupakan tanggung jawab kepada Allah SWT untuk menjaga amanah dan berbuat keadilan. Jadikanlah seluruh keberhasilan dan kemenangan itu merupakan sarana untuk meninggikan kalimat lailahhaillallah. Sesungguhnya, kemenangan sebenar-benarnya kemenangan adalah ketika Allah ridho atas hamba-hamba-Nya untuk memasuki syurga-Nya.