Selasa, 26 Mei 2026
Kesaksian sukarelawan...
Renungan Arofah....
Senin, 25 Mei 2026
Hari Arofah 1447H...
Sabtu, 07 Maret 2026
Syaikh Yasin....
Kamis, 05 Maret 2026
Mengapa perlu talaqqi Al-Quran?....
Rasulullah Saw setiap bulan Ramadhan selalu ditalaqqi oleh malailat Jibril. Fenomena ini dalam khazanah hadist dikenal juga dengan istilah Al-Mu'aradhah (saling menyetorkan hafalan).
Talaqqi antara Nabi dan Jibril adalah metode validasi wahyu, mekanisme teknis untuk memastikan kebenaran mutlak Al-Qur'an tetap terjaga.
Berdasarkan hadist sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibnu Abbas RA:
1. Frekuensi dan Waktu
Rasulullah SAW bertemu dengan Malaikat Jibril setiap malam di bulan Ramadhan. Jibril AS mendatangi Nabi untuk mengecek dan memperkuat hafalan Al-Qur'an beliau.
"Dahulu Jibril mendatangi Nabi SAW pada setiap malam di bulan Ramadhan, lalu ia melakukan mudarasah (mempelajari/menyimak) Al-Qur'an bersama beliau." (HR. Bukhari)
2. Tahun Terakhir (Al-'Ardhah al-Akhirah)
Pada tahun terakhir kehidupan Rasulullah SAW, Malaikat Jibril melakukan talaqqi/mu'aradhah ini sebanyak dua kali (biasanya hanya sekali). Ini menjadi isyarat bahwa ajal beliau sudah dekat dan Al-Qur'an telah sempurna susunannya.
3. Hubungan dengan "Haqqa Tilawatihi" (QS Al-Baqarah Ayat 121)
- Standardisasi Wahyu: Proses talaqqi ini memastikan bahwa Al-Qur'an yang sampai ke kita adalah murni, tanpa ada pengurangan atau penambahan satu huruf pun. Ini adalah bentuk tertinggi dari Haqqa Tilawatihi (membaca dengan sebenar-benar bacaan).
- Keteladanan Nabi: Meskipun Nabi adalah penerima wahyu, beliau tetap "menyetorkan" hafalannya kepada Jibril. Ini mengajarkan kita bahwa dalam mempelajari Al-Qur'an, seseorang tetap butuh guru (talaqqi) agar tidak terjebak pada hawa nafsu sendiri.
Talaqqi adalah sistem "Sanad" atau rantai transmisi yang tidak dimiliki oleh kitab suci lain di dunia.
Kamis, 26 Februari 2026
Pintu-Pintu Surga....
Berdasarkan hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, jumlah pintu surga ada 8 (delapan) pintu.
"Di surga terdapat delapan pintu, di antaranya ada pintu yang dinamakan Ar-Rayyan, tidak ada yang memasukinya kecuali orang-orang yang berpuasa." (HR. Bukhari)
Nama-Nama Pintu Surga
Para ulama, seperti Ibnu Hajar Al-Asqalani, menyimpulkan nama-nama pintu ini berdasarkan isyarat dalam berbagai hadis sahih:
- Pintu Shalat (Babus Shalah): Dikhususkan bagi mereka yang menjaga dan mendirikan shalat dengan istikamah.
- Pintu Jihad (Babul Jihad): Diperuntukkan bagi para pejuang di jalan Allah.
- Pintu Ar-Rayyan: Pintu istimewa bagi orang-orang yang rajin melaksanakan ibadah puasa.
- Pintu Sedekah (Babus Shadaqah): Bagi mereka yang dermawan dan rutin mengeluarkan hartanya di jalan Allah.
- Pintu Al-Aiman: Disebut juga pintu bagi orang yang bertawakal, yakni mereka yang masuk surga tanpa hisab.
- Pintu Al-Kazhimina Al-Ghaizha wa Al-Afina 'aninnas: Bagi orang-orang yang mampu menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain.
- Pintu Taubat (Babut Taubah): Pintu yang senantiasa terbuka bagi mereka yang kembali kepada Allah dengan penyesalan yang tulus sebelum ajal menjemput.
- Pintu Dzikir/Ilmu: Sebagian ulama menyebutkan pintu ini bagi mereka yang menghabiskan hidupnya untuk menuntut ilmu dan berdzikir kepada-Nya.
Ada satu golongan manusia yang sangat istimewa, yakni mereka yang boleh memilih untuk masuk dari pintu mana saja yang mereka sukai. Salah satu contohnya menyempurnakan wudhu lalu membaca doa syahadat, atau bagi seorang istri yang taat pada Allah dan suaminya.
Wallahu a'lam
