Sabtu, 04 Juli 2026

Ketika Harapan tidak Tergapai....

Saudaraku, 

Hampir semua orang mempunyai kemauan, mempunyai Harapan, atau cita-cita. Namun tidak selalu Harapan sesuai dengan kenyataan atau tidak semua doa-doa dikabulkan. Dan kita pun juga harus seimbang ketika menilai, bahwa nyatanya banyak sekali Harapan atau kemauan yang sering dipertemukan oleh Allah Swt. Namun yang seringkali kita permasalahkan hanyalah ketika doa-doa atau Harapan kita belum terjawab.

Yang perlu kita sadari ketika Harapan kita tidak Tergapai, yang sedih tidak hanya kita, orangtua pasti sedih, kaka atau adik juga sedih, orang-orang terdekat juga merasakan kesedihan itu. Namun apakah kita akan larut pada kesedihan itu? Apakah sudah tidak ada lagi pintu-pintu alternatif untuk menuju Harapan atau cita-cita kita?

Ketika kita mengalami musibah, ujian atau kemalangan karena permintaan atau Harapan tidak Tergapai seringkali yang kita salahkan Allah Swt. Seolah-olah Allah Swt tidak adil. Seolah-olah Allah tidak sayang kepada hamba-hamba Nya yang telah beriman, taat Dan patuh. Kapan pertolongan itu akan datang? Dimana Kun fayakun mu ya Robb?

Saudaraku, 
Di dalam AlQuran Surat Ar-rahman ayat 29, artinya : "Segala apa yang di langit Dan di bumi selalu meminta kepada Allah. Dan Setiap waktu Allah Swt selalu dalam kesibukan".

Makna tafsir ibnu katsir Dan Jalaludin dari ayat ini adalah :
1) Semua makhluk—baik malaikat di langit, manusia, jin, hewan, hingga tumbuhan di bumi—semuanya bergantung dan butuh kepada Allah SWT. Allah tidak hanya menyelesaikan urusan manusia.

Manusia dan makhluk lainnya meminta rezeki, kesehatan, hidayah, keselamatan, serta solusi atas problematika hidup mereka. Bahkan, makhluk yang tidak berdoa dengan lisan pun tetap dipenuhi kebutuhannya agar tetap bertahan hidup.

2) Kesibukan Allah Swt yang tidak pernah lalai dalam mengurus alam semesta. Semua urusan baik  tumbuh atau berkembang maupun layu atau mati, terjadi  tidak dengan sendirinya, semuanya ada dalam genggaman Allah Swt.

Kesibukan" Allah tidak sama dengan kesibukan makhluk yang menguras tenaga, membuat lelah, atau membuat-Nya mengabaikan urusan yang satu demi urusan yang lain. Allah mengatur miliaran galaksi dan urusan setiap individu dalam satu kedipan mata tanpa merasa payah sedikit pun.

Wallahu 'alam 



Senin, 29 Juni 2026

Kelaparan dipertontonkan ke seluruh dunia...


Juru bicara Badan Pertahanan Sipil di Jalur Gaza, Mahmoud Basal, pada Kamis menyampaikan bahwa ratusan keluarga kini tidak memiliki sumber pendapatan dan kesulitan memperoleh kebutuhan pangan paling dasar.

Dalam unggahan di platform X, ia menulis:

“Gaza hari ini tidak hanya mati karena serangan, tetapi juga karena kelaparan. Ratusan ribu keluarga tidak memiliki pekerjaan, tidak memiliki pendapatan, dan tidak mampu mendapatkan sepotong roti. Bahkan tempat-tempat yang biasanya memberi makanan kepada yang lapar mulai berkurang dan ditutup karena kehabisan makanan dan tekanan yang terus-menerus.”

Ia melanjutkan:
“Di Gaza, seluruh rakyat dibiarkan kelaparan di depan mata dunia.”

Sumber: Assabeel
๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ Halopalestina

Disadur Dari WA

Sabtu, 20 Juni 2026

Tahun Baru 1448 H....

Menyambut Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1448H. Momen ini dapat menjadi waktu yang sangat istimewa untuk berhenti sejenak, menarik napas dalam-dalam, dan melihat kembali perjalanan hidup kita. Meskipun muhasabah itu dapat dilakukan setiap waktu, tidak perlu menunggu tahun Baru.

Esensi dari Hijrah bukan sekadar pindah secara fisik, melainkan sebuah transformasi spiritual menjadikan hidup lebih bermakna dan berkah Dan dalam limpahan ridho Allah Ta'ala.

Dari mana kita harus memulainya?

Kata Imam Hasan al-Basri : "Perbaiki sholatmu, maka Allah akan memperbaiki hidupmu". Ini bukan hanya sekedar kata bijak atau kata hikmah, melainkan sebuah prinsip hidup yang sangat mendalam dan memiliki akar yang kuat dalam ajaran Islam.

Pernyataan ini bukan sekadar kalimat motivasi, melainkan sebuah refleksi dari bagaimana hubungan seorang hamba dengan Penciptanya menentukan kualitas seluruh aspek kehidupannya.

Rasulullah SAW bersabda, amalan yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah sholat. Jika sholatnya baik, maka beruntung dan sukseslah ia. Jika sholatnya rusak, maka kecewa dan merugilah ia (HR. Tirmidzi). Ketika fondasi utama hidup kokoh, maka urusan yang lain akan ikut tegak.

 Sholat yang dilakukan dengan khusyuk dan benar akan menjadi perisai otomatis yang menjaga seseorang dari keputusan-keputusan buruk, maksiat, dan lingkaran setan yang bisa menghancurkan hidupnya.

Hidup penuh dengan tekanan. Sholat adalah momen di mana seorang hamba "beristirahat" dari hiruk-pikuk dunia dan berserah diri total (mindfulness). Jiwa yang tenang setelah sholat akan melahirkan pikiran yang jernih untuk menyelesaikan berbagai masalah hidup.

Orang yang menjaga sholatnya di awal waktu secara tidak langsung sedang melatih kedisiplinan dan menata prioritas hidupnya: mendahulukan panggilan Sang Pencipta di atas urusan makhluk. Ketika kita mendahulukan Allah, Allah akan mudahkan urusan kita.

Apa lagi yang perlu diingat?

Hidup di dunia hanyalah sementara, kita hanya seorang musafir yang singgah di dunia, Dan akan tinggal di alam selama-lamanya yang kekal yaitu Akhirat.

Hidup di dunia penuh dengan ujian.  Hidup di dunia adalah perjuangan untuk melawan godaan nafsu, godaan syaitan Dan godaan iblis. Raja Iblis yang menurunkan Nabi Adam alaihissalam dari surga sampai saat ini belum mati, iblis yang menyesatkan anak Nabi Nuh, istri Nabi luth, ayah Nabi Ibrahim belum mati. Iblis yang menggoda Firaun laknatyllah pun belum mati. Kalau lah bukan pertolongan Allah Swt manusia akan mudah tergelincir dalam kesesatan. Oleh karena itu Al-Quran selalu memberikan kabar gembira berupa surga Nya kepada seluruh manusia yang tetap istiqomah dalam Al-Islam.

Hidup di dunia adalah kesederhanaan meskipun telah memiliki karya besar baik kekayaan maupun kekuasaan.

Nasehat Imam Ahmad bin hambal tentang dunia: "Dunia tempat berlelah-lelah untuk berjuang dan istiqomah dalam ketaatan. Sedangkan istirahat mu, ketika kakimu bisa menapak di surga Allah Swt.."

Wallahu 'alam 


Kamis, 04 Juni 2026

Seruan Jundullah...


Kepada rakyat kami yang gagah berani di semua tempat keberadaan mereka, dan kepada para pejuang bangsa kami di seluruh negara Arab dan umat Islam, kami katakan: 

"Kalian hari ini adalah wali darah kami." 

Tugas kalian saat ini adalah terlibat secara aktif dalam pertempuran antara yang benar dan yang salah (hak dan batil). Tidak lagi diterima untuk diam atau berdiri netral.

Kami mengulangi seruan kami kepada semua anak bangsa, untuk mengesampingkan perbedaan dan memperbaiki arah mereka menuju musuh utama bangsa kami. Umat yang berdiri di satu bukit dan menaiki Gunung Arafah beberapa hari lalu sebagai jawaban atas panggilan Tuhannya berhaji dan untuk menghidupkan kembali salah satu ritual Islam, seharusnya (juga) mendaki puncak kemuliaannya untuk membela Saudara dan anak-anaknya yang tertindas. 

Jika mereka meminta bantuan kalian dalam agama, maka kalian wajib membantu mereka.

Wahai rakyat Gaza..

Kami telah mengikuti kata-kata kalian dan mendengarkan teriakan kalian dan menyaksikan ziarah kalian dalam perpisahan dengan para pemimpin syuhada. Sungguh tidak pantas bagi kami untuk mengkhianati darah ini, tekad ini, dan pengorbanan ini. Itu semua akan membuahkan kemenangan nyata Insya Allah. 

Berilah kabar gembira wahai musuh Allah! Kalian tidak mampu melakukan apa pun. Kami masih memiliki para pemimpin yang akan mengumpulkan kalian. Mereka menyerap ilmu dari Al-Qur'an dan Sunnah, dan mereka dibesarkan oleh para pemimpin syuhada yang agung. Pengalaman telah mematangkannya.

Peperangan telah memurnikannya. Hingga kini muncul di hadapan kalian sebagai pedang tajam yang berpegang teguh kepada Jihad Fii Sabilillah insya Allah.

Abu Ubaidah
2 Juni 2026

Sumber: Qassam

Senin, 01 Juni 2026

Waktu Berlalu....


Di pagi hari tepat tanggal 2 Juni 2026 atau 16 Dzulhijjah 1447, ketika saya buka HP, Google memberikan rekaman memori foto yang pernah saya ambil dalam berbagai waktu dan berbagai event. Kejadian itu hampir terlupakan dalam memori saya dimana rentang waktu yang diambil th 2019 sd 2024 (7 year until 3 year ago).

Alhamdulilah ternyata Allah Swt masih memberikan ingatan yang baik sehingga momen itu masih dapat diingat dengan baik. Saya coba tulis ilustrasi foto di atas dari kiri atas ke kanan :
1) Training International Audit di Launderdale Florida,
2) Vacation with family in Hotel Gaiya,
3) Business Trip at Lobby KPwLN New York Office in Manhattan,
4) Vacation with Auditor Team to Niagara Falls,
5) Subway Exit Gate to Central Park
6) Vacation with family in Hotel Novus Jiva Anyer,
7) Umroh with my wife th 2024
8) Menyambut pesta kampanye pilpres di Bekasi,
9) Business Trip to Seoul 
10) Business Trip di Hotel Resinda Kerawang

Islam sangat menganjurkan perjalanan (safar) yang bertujuan untuk kebaikan. Al-Qur'an berulang kali menyerukan umatnya untuk melakukan perjalanan di bumi sebagaimana dalam QS. Al-Ankabut: 20 :"Katakanlah, Berjalanlah di bumi, maka perhatikanlah bagaimana (Allah) memulai penciptaan..."

Safar adalah Ibadah & Ilmu: Contoh safar untuk Haji, Umrah, silaturahmi, serta rihlah ilmiah (perjalanan menuntut ilmu) yang sangat diagungkan oleh para ulama dalam sejarah Islam.

Safar adalah Tadabur: Melihat keanekaragaman budaya, alam, dan peninggalan sejarah bangsa-bangsa terdahulu untuk mempertebal keimanan dan mengambil pelajaran (ibrah). Wallahu 'alam.

Selasa, 26 Mei 2026

Kesaksian Sukarelawan....


Kesaksian salah satu aktivis yang ikut dalam Global Sumud Flotilla Javi Aparente. Ia menuturkan kesaksiannya mengenai kebiadaban dan kebrutalan penjajah israel, dalam menyiksa para aktivis Global Sumud Flotilla. Apatah lagi kepada tawanan Gaza Palestina pasti lebih luar biasa siksaannya.


Berikut salah satu kesaksian yang diceritakan
“Kami ditempatkan di semacam penjara terbuka yang dibentuk dari enam kontainer. Tiga kontainer digunakan untuk tidur, dan satu lainnya sebagai pintu masuk.

Saat mereka datang untuk menghitung kami kemarin, mereka memanggil nama Saif terlebih dahulu dan membawanya ke kontainer pintu masuk. Setelah itu, kami dipanggil satu per satu, diminta menyebutkan nama, lalu dipaksa berlutut dengan tangan di atas kepala.

Ketika kami berlutut, mereka meminta Thiago untuk menyingkirkan alas agar kami berlutut langsung di atas logam, bukan di atas alas. Thiago menolak. Mereka kembali memaksanya berlutut, lalu meminta saya melakukan hal yang sama, dan saya juga menolak.

Kemudian mereka membawa saya ke tempat Saif berada. Sebelumnya sudah ada tiga orang lain yang juga menolak. Saif terbaring di lantai dengan tangan terikat di belakang. Mereka melakukan hal yang sama kepada saya, mengikat tangan saya, mendorong saya, dan menggeledah saya dengan kasar. Mereka menekan kepala kami ke lantai dan menginjak kami.

Saat itu, orang lain juga dibawa masuk hingga kami berjumlah lima orang. Saif berteriak karena ikatan di tangannya sangat kencang hingga ia tidak bisa merasakan tangannya. Ketika mereka mencoba melonggarkan ikatan itu, mereka justru melukainya lebih parah, menginjaknya dan menggunakan gunting dengan kasar hingga menyakitinya.

Kami dibiarkan terbaring di lantai cukup lama. Saif juga mengeluh kesulitan bernapas. Kami mencoba menoleh, tetapi mereka memaksa kami melihat ke arah berlawanan agar tidak bisa saling melihat.

Setelah beberapa waktu, saya dan satu orang lain dibawa kembali, sementara Saif dan dua lainnya dimasukkan ke sel isolasi dan itu terakhir kali kami melihat mereka. Sebelumnya, Tony, Sameer, dan Richard juga telah dibawa ke isolasi. Richard dipukul dengan keras karena memimpin yel-yel, dan kami mendengar teriakannya.

Kami kemudian berjumlah enam orang dalam sel isolasi. Kami mulai mengorganisir aksi duduk sebagai protes, menuntut kebutuhan dasar seperti pembalut, air tambahan, dan pembebasan rekan-rekan kami.

Kami berjumlah 181 orang, sementara satu kontainer hanya bisa menampung sekitar 40 orang. Sekitar 60–70 orang harus tidur di luar. Pada suatu titik malam, mereka membanjiri lantai sehingga kami tidak bisa tidur.

Melalui pengeras suara, mereka mengatakan kami akan dipindahkan ke kapal lain, namun kami tidak tahu ke mana kami dibawa. Saat mereka datang lagi, kami kembali melakukan aksi duduk dan menolak bekerja sama tanpa bukti bahwa rekan-rekan kami masih hidup.

Mereka menjadi sangat kasar, menyeret orang-orang. Kami terus meneriakkan slogan. Karena saya memimpin teriakan, mereka menargetkan saya.

Mereka menginjak leher saya dengan keras agar saya berhenti berteriak, lalu menyeret saya ke kontainer. Saya tidak bekerja sama, sehingga mereka mengangkat saya dari tangan dan kaki. Saat masuk ke kontainer, mereka menjatuhkan saya di ambang pintu hingga leher saya terluka.

Mereka meminta saya masuk sendiri, saya menolak, lalu mereka mendorong saya masuk. Begitu berada di dalam kegelapan kontainer, mereka mulai menendang saya, di punggung, samping, hingga akhirnya ke wajah dan hidung saya. Saya mendengar suara retakan.”

Sumber: Quds News Networks
_____________

Simak kabar Palestina di channel Telegram:

๐Ÿ‡ต๐Ÿ‡ธ Halopalestina
✅ Join Channel: https://t.me/halopalestinacom

Renungan Arofah....

 


ุจِุณْู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู… ุงู„ู„ّู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠْู…

๐Ÿ‚KALAU HARI ARAFAH ะขะะš MENGGUNCANG HATIMU, MAKA RENUNGKAN INI

Fawaid Syaikh Dr. Abdussalฤm Asy-Syuwai'ir
 ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ูŠٰ

Hari kesembilan Dzulhijjah bukanlah hari biasa.

la adalah hari ketika banyak hati kembali kepada Allah. Hari ketika air mata taubat jatuh tanpa dipaksa. Dan hari ketika langit dipenuhi rahmat serta ampunan- Nya.
 
Di hari ini, Allah Swt mencitainya.

Bahkan Allah membanggakan penduduk bumi di hadapan para penghuni langit.

Betapa agung hari ini.
Namun betapa ruginya seorang hamba jika hatinya tetap keras dan lalai.

Sebagian ulama menukil sebuah syair yang sangat menyentuh.

Introspeksi dirimu sendiri, dan jangan menyalahkan hal lain atas kekuranganmu.

Karena sering kali masalah terbesar bukan kurangnya kesempatan.

Tetapi hati yang terlalu jauh dari Allah, maka Hari Arafah adalah hari untuk kembali.

Bukan sekadar menahan lapar dan haus,
tetapi juga menundukkan ego, menghancurkan kesombongan, dan menghidupkan hati yang lama mati

Allah mengampuni banyak hamba pada hari ini,
kecuali mereka yang memilih menjauh dan berpaling.

Maka jangan biarkan Hari Arafah berlalu seperti hari biasa.

Datangilah Allah dengan doa,
dengan taubat, dengan air mata,
dan dengan hati yang benar-benar ingin pulang.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba 
yang mendapatkan ampunan-Nya di Hari Arafah

#HariArafah
#Dzulhijjah
#Muhasabah
#TazkiyatunNafs 
#NasihatIslam
#Reminderlslam 
#KajianIslam
#Taubat
#CintaAllah
 #Dakwahlslam