Hampir semua orang mempunyai kemauan, mempunyai Harapan, atau cita-cita. Namun tidak selalu Harapan sesuai dengan kenyataan atau tidak semua doa-doa dikabulkan. Dan kita pun juga harus seimbang ketika menilai, bahwa nyatanya banyak sekali Harapan atau kemauan yang sering dipertemukan oleh Allah Swt. Namun yang seringkali kita permasalahkan hanyalah ketika doa-doa atau Harapan kita belum terjawab.
Yang perlu kita sadari ketika Harapan kita tidak Tergapai, yang sedih tidak hanya kita, orangtua pasti sedih, kaka atau adik juga sedih, orang-orang terdekat juga merasakan kesedihan itu. Namun apakah kita akan larut pada kesedihan itu? Apakah sudah tidak ada lagi pintu-pintu alternatif untuk menuju Harapan atau cita-cita kita?
Ketika kita mengalami musibah, ujian atau kemalangan karena permintaan atau Harapan tidak Tergapai seringkali yang kita salahkan Allah Swt. Seolah-olah Allah Swt tidak adil. Seolah-olah Allah tidak sayang kepada hamba-hamba Nya yang telah beriman, taat Dan patuh. Kapan pertolongan itu akan datang? Dimana Kun fayakun mu ya Robb?
Saudaraku,
Di dalam AlQuran Surat Ar-rahman ayat 29, artinya : "Segala apa yang di langit Dan di bumi selalu meminta kepada Allah. Dan Setiap waktu Allah Swt selalu dalam kesibukan".
Makna tafsir ibnu katsir Dan Jalaludin dari ayat ini adalah :
1) Semua makhluk—baik malaikat di langit, manusia, jin, hewan, hingga tumbuhan di bumi—semuanya bergantung dan butuh kepada Allah SWT. Allah tidak hanya menyelesaikan urusan manusia.
Manusia dan makhluk lainnya meminta rezeki, kesehatan, hidayah, keselamatan, serta solusi atas problematika hidup mereka. Bahkan, makhluk yang tidak berdoa dengan lisan pun tetap dipenuhi kebutuhannya agar tetap bertahan hidup.
2) Kesibukan Allah Swt yang tidak pernah lalai dalam mengurus alam semesta. Semua urusan baik tumbuh atau berkembang maupun layu atau mati, terjadi tidak dengan sendirinya, semuanya ada dalam genggaman Allah Swt.
Kesibukan" Allah tidak sama dengan kesibukan makhluk yang menguras tenaga, membuat lelah, atau membuat-Nya mengabaikan urusan yang satu demi urusan yang lain. Allah mengatur miliaran galaksi dan urusan setiap individu dalam satu kedipan mata tanpa merasa payah sedikit pun.
Wallahu 'alam
