Rabu, 07 April 2021

Do not be affraid and sorrowful if you are a believer (mukminin)...

Saudaraku,

"Do not be affraid and sorrowful if you are a believer" - Alquran Surah Ali Imron 39


Untaian kata indah ini kembali mengingatkan saya ketika anak saya yang paling besar diterima di Universitas Indonesia tahun ajaran 2021 melalui jalur undangan (Alhamdulilah wa syukurilah ya Allah).

Salah satu hal yang saya ingat ketika mengenal UI adalah membaca ungkapan indah ini pada stiker ketika menaiki bis kuning. Stiker ini dipasang hampir di setiap bis kuning (salah satu jendela kaca bis). 

Selama perjalanan menuju fakultas teknik UI dengan bis kuning pasti kita akan membaca stiker tersebut. Dan saya pun tidak tahu, ternyata tulisan stiker itu sangat melekat di memori saya meskipun saat ini saya sudah menjadi alumni UI angkatan 89.

Dan ini bisa menjadi pelajaran bagi Rohis/ Aktivitas Dakwah UI dan Fakultas dan Jurusan bahwa, ternyata tulisan stiker ini meskipun terlihat sederhana, ternyata Allah Swt memberikan dampak yang sangat dahsyat kepada memori hamba-hamba Nya. 

Terkadang ada sebuah ungkapan yang memberikan penyemangat bagi para aktivitas dakwah:

"The most important spread good deeds and let Allah Swt take the rest. We are just as a servant of God's project"

Senin, 15 Maret 2021

Nasihat Seorang Ustadz...


https://www.instagram.com/p/CAPfCs1jx6r2Y1DCYwoo0tCs7WtjH5SxtAR7Fs0/ 


Ada peluang pekerjaan.... kejar....

Ada peluang materi.... kejar....

Kenapa Akhirat yang ada peluang surga tidak Anda kejar ???...

Bukankah tengah malam ada pelung menjemput surga dengan tahajud.. 

Bukankah  dengan tahajud memiliki fadhilah (keutamaan) akan diberikan Allah Swt taman surga beserta keindahannya...

Bukankah ketika menjelang Shubuh (waktu Sahar) ada ampunan dosa yang diberikan...

Bukankan di waktu Sahar ada pengabulan atas doa-doa yang dipanjatkan...

Bukankah istighfar di waktu Sahar akan Allah Swt kabulkan pada waktu yang mustajab itu...

Bukankah 2 rakaat sebelum Subuh (Sholat Fajar), Allah Swt akan berikan lebih dari dunia dan seisinya..

Bukankah sholat Dhuha itu dapat menghilangkan dari musibah yang akan kita hadapi di hari itu...

Bukankah Shodaqoh akan melipatgandakan apa yang telah kita dapatkan...

Kenapa tidak Anda kejar....???

Duhai Anda yang merindukan surga...

Jangan cuma dirindukan, karena semua orang pasti merindukan surga....

Surga tidak cuma dirindukan. Namun harus dikejar dengan iman dan amal sholeh...


Taujih Ust Adi Hidayat

Sabtu, 06 Maret 2021

Doa Iftitah kenangan emak...


Artinya: Ya Allah jauhkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat. Ya Allah bersihkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana bersihnya pakaian putih dari kotoran. Ya Allah cucilah aku dari dosa-dosaku dengan air, salju dan embun.

Doa iftitah adalah doa dalam sholat yang dibaca setelah takbiratul ihram, sebelum membaca Surat Al Fatihah.

Ada juga, sebagian yang membaca doa iftitah "Allahuakbar kabiro walhamdulilahi katsiro....dst.." Doa iftitah ini yang umumnya sering diajarkan guru sekolah ketika belajar bacaan sholat di sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah (SMP).

Namun doa iftitah di atas, doa iftitah yang memiliki kesan tersendiri bagi saya. 

Karena doa iftitah tersebut yang diajarkan Emak ketika saya mulai belajar sholat (sebelum masuk sekolah). Kata Emak, doa iftitah itu diperoleh beliau juga dari Emaknya (Mak Juari) dan ketika belajar sekolah Pendidikan Guru Agama (PGA). Sejak itu, doa iftitah di atas yang paling sering saya baca ketika sholat. Karena dari sisi arti lebih mengena bagi saya yaitu permohonan ampun kepada Allah Swt.

Terlebih ketika Emak telah tiada. Saya semakin sering membaca doa iftitah yang sering beliau ajarkan. Dan ketika saya membaca doa iftitah ini, saya selalu berdoa semoga bacaan iftitah ini menjadi amal jariah untuk beliau.

Saya pernah ingat dalam sebuah taujih seorang Ustadz menasehati dalam materi tarbiyyatul aulad, yaitu :
"Usahakan orangtuanya lah yang pertamakali mengajarkan Al-Quran dan sholat kepada anak-anaknya. Dan bukan orang lain. Karena pengajaran Al-Quran dan sholat itu akan menjadikan salah satu amal jariah di akhirat kelak. Karena Quran dan Sholat amalan yang pasti selalu dilakukan sepanjang badan dan sampai akhir hayat."

Sabtu, 30 Januari 2021

Hadits Arba’in Ke – 26...

 Hadits Arba’in Ke – 26 Tentang Segala Perbuatan Baik adalah Sedekah


عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : كُلُّ سُلاَمَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ، كُلُّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيْهِ
الشَّمْسُ تَعْدِلُ بَيْنَ اثْنَيْنِ صَدَقَةٌ، وَتُعِيْنُ الرَّجُلَ فِي د ابَّتِهِ فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهَا أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ وَالْكَلِمَةُ الطَّي بَةُ صَدَقَةٌ، وَبِكُ لِ
خُطْوَةٍ تَمْشِيْهَا إِلَى الصَّلاَةِ صَدَقَةٌ وَ تُمِيْطُ اْلأذََى عَنِ
الطَّرِيْقِ صَدَقَةٌ .

[رواه البخاري ومسلم]


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam ‘Setiap anggota badan manusia diwajibkan bershadaqah setiap hari selama matahari masih terbit. Kamu mendamaikan antara dua orang (yang berselisih) adalah shadaqah, kamu menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah shadaqah, berkata yang baik itu adalah shadaqah, setiap langkah berjalan untuk shalat adalah shadaqah, dan menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah shadaqah ”. [Bukhari no. 2989, Muslim no. 1009]

 Qadhi ‘Iyadh berkata : “Pada asalnya kata “sulaama” bermakna tulang, telapak tangan, jari-jari dan kaki, kemudian kata tersebut biasa dipakai dengan arti seluruh anggota badan”.

Semuanya itu bisa dicukupkan dengan (melakukan) dua raka’at shalat Dhuha..

Pada Hadits lain riwayat Muslim disebutkan :
Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Sesungguhnya sebagian dari para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya lebih banyak mendapat pahala, mereka mengerjakan shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bershodaqoh dengan kelebihan harta mereka”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan bagi kamu sesuatu untuk bershodaqoh?


أَفَلاَ أُعَلِّ مُكُمْ شَيْئًا تُدْرِّكُوْنَ بِّهِّ مَنْ سَبَقَكُمْ ، وَتَسْبِّقُوْنَ بِّهِّ مَنْ بَعْدَكُمْ ، وَلاَ يَكُوْنَ أَحَد أَفْضَلَ مِّنْكُمْ إِّلاَّ مَنْ صَنَعَ مِّثْلَ مَا صَنَعْتُمْ
قَالَ أَبُوْ صَالِّحٍ : فَرَجَعَ .« تُسَب حُوْنَ ، وَتُكَب رُوْنَ ، وَتَحْمَدُوْنَ دُبُرَ كُ لِّ صَلاَةٍ ثَلاَثًا وَثَلاَثِّيْنَ مَرَّة « : قَالُوْا : بَلَى يَا رَسُوْلَ اللّٰهِّ. قَالَ
فُقَرَاءُ الْمُهَاجِّرِّيْنَ إِّلَى رَسُوْلِّ اللهِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِّ وَسَلَّمَ فَقَالُوْا : سَمِّعَ إِّخْوَانُنَا أَهْلُ اْلأمَْوَالِّ بِّمَا فَعَلْنَا ؛ فَفَعَلُوْا مِّثْلَهُ. فَقَالَ
رَسُوْلُ اللهِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِّ وَسَلَّمَ : ذََٰلِّكَ فَضْلُ اللََِّّّ يُؤْتِّيهِّ مَ نْ يَشَاءُ

Maukah kalian kuajari sesuatu yang dapat menyusul orang yang telah mendahului kalian itu, kalian juga bisa mendahului orang-orang setelah kalian, dan tidak ada seorang pun yang lebih baik daripada kalian kecuali orang yang melakukan seperti yang kalian lakukan?” 

Mereka menjawab, “Mau, wahai Rasulullah!” 

Beliau bersabda : “Hendaklah kalian mengucapkan tasbîh (subhânallâh), takbîr (Allâhu akbar), dan tahmîd (alhamdulillâh) di akhir setiap shalat (fardhu) sebanyak 33 kali.”

Abu Shâlih (perawi hadits ini) berkata : “Maka orang-orang fakir kaum Muhijirin itu pun kembali menemui Rasulullah lalu berkata : “Saudara kami yang kaya telah mendengar apa yang kami kerjakan, lalu mereka pun mengerjakan hal yang sama.” Maka Rasulullah bersabda : “Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki.”


Bershodaqoh adalah wujud dari mensyukuri nikmat.

“Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api." (HR. At-Tirmidzi)


Berdoa...

Urgensi Berdoa :
Karena Islam mengajarkan untuk selalu berdoa… (QS Al-Baqarah 186)

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ


Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

QS. Al Mukmin: 60


{َقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ} [غافر: 60]

Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Dalam Hadist Riwayat At Tirmidzi :


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لَيْسَ شَىْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنَ الدُّعَاءِ»


Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah dibandingkan doa.”

Dalam Hadist Riwayat Ibnu Majah :
Rasulullah SAW bersabda, "Allah SWT sangat murka kepada orang yang tidak mau berdoa kepada-Nya"

Agar diterima dan dikabulkan Allah Swt
- Doa diawali dan diakhiri dengan Pujian kepada Allah Swt, Sholawat kepada Rasulullah Saw, dan Istighfar (Sambil menumbuhkan husnu zhon kepada Allah Swt)
- Doa untuk Ayah-Ibu,
- Doa untuk muslimin dan muslimat,
- Doa untuk dunia dan akhirat.

Rasulullah SAW bersabda (HR. Ahmad)‎ :

‎ ‎“Tidak ada seorang Muslim pun yang berdoa, dengan doa yang tidak ‎mengandung dosa dan memutus hubungan silaturrahim, kecuali Allah akan ‎memberikan kepadanya satu diantara tiga hal:
- Dikabulkan doanya,
- Ditangguhkan hingga hari kiamat, atau
- Dijauhkan dari suatu keburukan atau ‎musibah yang serupa.”

Jumat, 04 Desember 2020

Hizbu Allah and Hizbu Syaithon...


Saudaraku,

Perseteruan antara al-haq (kebenaran) dan al-batil (kejahatan) akan senantiasa ada dan terus berlangsung sampai datangnya akhir zaman yaitu kiamat.

Prinsip seorang pejuang (mujahadah), kalau kita tidak dapat memberikan kontribusi untuk perjuangan, minimal ada di pihak mana kita berada.

Seorang mujahadah tidak mengenal istilah "disini senang, disana senang". Artinya di kelompok haq mendukung, di kelompok batil juga mendukung tergantung situasi/ kondisi atau tergantung untung/ rugi. Padahal Allah Swt telah menjelaskan bahwa al-haq telah jelas, dan yang namanya al-batil sudah jelas. Dan janganlah kamu mencampur-adukkan antara keduanya yaitu haq dan batil. Dan Al-quran merupakan penjelas dan pembeda antara haq dan batil. Cukup Allah Swt sebagai pelindung, dan Allah Swt sebaik-baik pelindung.

Tidak ada paksaan dalam Agama...


Dalam Islam sudah jelas bahwa disampaikan dalam Alquran bahwa agama yang dibawa mulai dari Nabi Adam alaihissalam s.d Rasulullah Sallallahu alaihi wassalam adalah agama Islam (QS Al-Anbiyaa ayat 25).

Dengan perkataan lain, apabila seorang tidak beragama Islam maka dia tidak beribadah kepada Allah Swt, Sang Pencipta seluruh alam. Dalam artian, semua agama TIDAK menyembah Tuhan yang sama sebagaimana ada persangkaan orang, bahwa berbeda agama, tapi beribadah Tuhan yang satu. Oleh karena itu, masalah agama adalah keputusan TERPENTING dalam sejarah seorang diri manusia. Karena pemahaman ini akan menentukan dirinya apakah kelak masuk Surga atau Neraka.

Dalam Islam juga diajarkan bahwa tidak ada paksaan kepada seseorang dalam menentukan pilihannya Islam atau tidak?. Namun apabila telah memutuskan memilih agama Islam, maka wajib bagi orang itu untuk mematuhi segala aturan yang telah ditetapkan dalam Islam yaitu : Al-Quran dan Al-Hadist. Jadi dalam Islam, kebebasan beragama TIDAK berlaku pada orang Islam. Tidak semestinya orang yang telah memeluk Islam mengatakan terserah baginya mau sholat, baca Quran, puasa Ramadhan, berzakat atau tidak. Ketika seseorang telah memutuskan ber-Islam maka wajib baginya mengikuti Rukun Islam (5 perkara: Syahadat, Sholat, Shaum Ramadhan, Zakat dan Pergi haji bagi yang mampu) dan Rukun Iman (6 perkara : Iman kepada Allah Swt, Para Malaikat, Para Rasul, Al-Quran, Kiamat, dan Takdir).

Saudaraku,

Kita ingin bahagia hidup di dunia. Dan tentunya ingin bahagia pula ketika hidup di akhirat. Kehidupan akhirat hanya 2 pilihan : Syurga atau Neraka. Seringkali kita berkata kepada semua orang bahwa "Tidak ada paksaan dalam agama, hidup adalah nafsi-nafsi". Sedangkan Islam selalu menyuruh muslimin untuk saling menasehati tentang kebenaran dan kesabaran agar kita berbondong-bondong memasuki syurga Allah Swt (QS Az-Zumar 73). Dan Islam adalah KEBUTUHAN kita untuk mencari ridho dan rahmat Allah Swt, Sang Pemilik Syurga dan Neraka.