Jumat, 04 Desember 2020
Hizbu Allah and Hizbu Syaithon...
Saudaraku,
Perseteruan antara al-haq (kebenaran) dan al-batil (kejahatan) akan senantiasa ada dan terus berlangsung sampai datangnya akhir zaman yaitu kiamat.
Prinsip seorang pejuang (mujahadah), kalau kita tidak dapat memberikan kontribusi untuk perjuangan, minimal ada di pihak mana kita berada.
Seorang mujahadah tidak mengenal istilah "disini senang, disana senang". Artinya di kelompok haq mendukung, di kelompok batil juga mendukung tergantung situasi/ kondisi atau tergantung untung/ rugi. Padahal Allah Swt telah menjelaskan bahwa al-haq telah jelas, dan yang namanya al-batil sudah jelas. Dan janganlah kamu mencampur-adukkan antara keduanya yaitu haq dan batil. Dan Al-quran merupakan penjelas dan pembeda antara haq dan batil. Cukup Allah Swt sebagai pelindung, dan Allah Swt sebaik-baik pelindung.
Tidak ada paksaan dalam Agama...
Dalam Islam sudah jelas bahwa disampaikan dalam Alquran bahwa agama yang dibawa mulai dari Nabi Adam alaihissalam s.d Rasulullah Sallallahu alaihi wassalam adalah agama Islam (QS Al-Anbiyaa ayat 25).
Dengan perkataan lain, apabila seorang tidak beragama Islam maka dia tidak beribadah kepada Allah Swt, Sang Pencipta seluruh alam. Dalam artian, semua agama TIDAK menyembah Tuhan yang sama sebagaimana ada persangkaan orang, bahwa berbeda agama, tapi beribadah Tuhan yang satu. Oleh karena itu, masalah agama adalah keputusan TERPENTING dalam sejarah seorang diri manusia. Karena pemahaman ini akan menentukan dirinya apakah kelak masuk Surga atau Neraka.
Dalam Islam juga diajarkan bahwa tidak ada paksaan kepada seseorang dalam menentukan pilihannya Islam atau tidak?. Namun apabila telah memutuskan memilih agama Islam, maka wajib bagi orang itu untuk mematuhi segala aturan yang telah ditetapkan dalam Islam yaitu : Al-Quran dan Al-Hadist. Jadi dalam Islam, kebebasan beragama TIDAK berlaku pada orang Islam. Tidak semestinya orang yang telah memeluk Islam mengatakan terserah baginya mau sholat, baca Quran, puasa Ramadhan, berzakat atau tidak. Ketika seseorang telah memutuskan ber-Islam maka wajib baginya mengikuti Rukun Islam (5 perkara: Syahadat, Sholat, Shaum Ramadhan, Zakat dan Pergi haji bagi yang mampu) dan Rukun Iman (6 perkara : Iman kepada Allah Swt, Para Malaikat, Para Rasul, Al-Quran, Kiamat, dan Takdir).
Saudaraku,
Kita ingin bahagia hidup di dunia. Dan tentunya ingin bahagia pula ketika hidup di akhirat. Kehidupan akhirat hanya 2 pilihan : Syurga atau Neraka. Seringkali kita berkata kepada semua orang bahwa "Tidak ada paksaan dalam agama, hidup adalah nafsi-nafsi". Sedangkan Islam selalu menyuruh muslimin untuk saling menasehati tentang kebenaran dan kesabaran agar kita berbondong-bondong memasuki syurga Allah Swt (QS Az-Zumar 73). Dan Islam adalah KEBUTUHAN kita untuk mencari ridho dan rahmat Allah Swt, Sang Pemilik Syurga dan Neraka.
Rabu, 16 September 2020
Sebaik-baik diantara kamu adalah...?
Alhamdulilah dalam perlombaan membaca murottal Al-Quran di Bank Indonesia pada bulan Ramadhan masa pandemi Covid-19 mendapatkan juara ke-2. Sebelumnya sejak waktu usia sekolah SD, SMP dan SMA pada saat masih tinggal di Komplek BI Pasar Minggu, setiap ada perlombaan MTQ di komplek dan sekolah selalu mendapat juara. Mengingat pada masa Covid-19, perlombaan MTQ dilakukan dengan mengirimkan hasil rekaman, sehingga dokumentasinya masih tersisa.
Semoga pahalanya selalu mengalir untuk orang tua yang telah tiada. Semenjak Ibu berpulang tgl 5 Agustus 2020 dan Ayah 4 tahun yang lalu, selalu mengharap dan berniat kepada Allah Swt segala perbuatan kebaikan anak-anaknya mengalir kepada beliau berdua.
Cuma, masih ada cita-cita besar yang masih mengganjal, ingin sekali bisa mengamalkan mengajarkan membaca Al-Quran ini ke muslimin lainnya, karena saya selalu teringat dengan perkataan Rasulullah Saw:
خيركم من تعلم القرآن وعلمه
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya”. (HR. Bukhori).
Minggu, 13 September 2020
For Palestinian Children: Atouna El Toufoule....
Wahai Anak-Anak Palestina yang dirahmati dan diberkahi Allah Swt,
Berulang-ulang kami dengar nasyid Atouna El Toufoule yang dikumandangkan, namun kami tidak pernah merasa bosan. Bahkan kami selalu mengiringi perjuangan Muslimin dan Mujahidin dengan doa-doa kami. Semoga saudaraku, anda sabar dan teguh dalam meninggikan kalimat Allah Swt.
Kalau Allah Swt telah merahmati dan memberkahi Anda Saudaraku, maka
tidak perlu lagi anda mengharap kepada makhluk yang lemah dan rapuh.
Karena Rasulullah Saw pernah bersabda bahwa Jannah Allah Swt itu berada dibawah kilatan pedang. Semoga kondisi Palestina merupakan cara Allah Swt untuk memberikan penghargaan tertinggi yaitu mati syahid kepada antum semua saudaraku.
Syahdunya Al Quran Al Kareem...
https://www.youtube.com/watch?v=pD6Ku9MYifk
Sahabat,
Kita seringkali mendengarkan betapa banyaknya keutamaan-keutamaan Al-Quran. Sampai diberitakan mukjizat Rasulullah yang terbesar dan masih dapat dirasakan meskipun Rasulullah telah tiada yaitu Alquran.
Dan beberapa ayat Alquran juga memfirmankan bahwa Allah Swt bersumpah atas keagungan Alquran, karena Alquran itu langsung diturunkan oleh Allah Swt. Pengarangnya langsung Allah Swt dan bukan karangan Muhammad Saw.
Setiap huruf (bukan kata) yang dibacakan akan dibalas dengan 2 sampai 10 kebaikan. Alquran diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia agar selamat untuk kembali kehadapan Allah Swt. Bacaan Alquran akan menenangkan hati dan menyembuhkan penyakit. Bacaan Alquran penuh dengan pelajaran dan hikmah.
Namun masih banyak muslimin yang tidak mau membaca Alquran. Masih banyak yang tidak merencanakan/ menargetkan bacaan Qurannya dan merutinkannya setiap hari.
Mukjizat Al-Quran diantaranya :
1. Sampai saat ini belum ada dari golongan jin dan manusia yang bisa membuat ayat semisal Al-Quran. Tantangan ini langsung dari Allah Swt yang disampaikan tidak hanya kepada manusia dan juga seluruh makhluk gaib yaitu golongan jin.
2. Tidak pernah ada perubahan (revisi) sedikit pun Alquran pada zaman Rasulullah dengan Alquran pada zaman sekarang.
3. Allah Swt menjaga isi Al-Quran, dimana banyak orang yang mampu menghafal Al-Quran seluruh isinya lengkap dan akurat dari awal sampai akhir. Dan hal ini tidak bisa dilakukan pada kitab lain.
4. Sampai saat ini belum ada dari isi Al-Quran yang bertentangan dengan teori ilmu pengetahuan termasuk berita prediksi Alquran di masa mendatang tidak ada yang meleset satupun.
5. Dalam Alquran menjelaskan kisah-kisah masa lalu terkait nabi-nabi terdahulu, mulai dari nabi Adam sampai nabi Isa. Yang menunjukkan bahwa Allah Swt ingin menjelaskan bahwa Risalah Rasulullah SAW merupakan estafet dari nabi-nabi terdahulu yaitu Dinul Islam.
Dengan cara apa lagi agar dapat meyakinkan tentang keagungan dan kebesaran Alquran ?
Jumat, 28 Agustus 2020
Maher zain full album 2019
Bagi seorang Muslim tidak ada kata-kata yang keluar kecuali hanya pujian kepada Allah Swt. Diamnya adalah dalam rangka zikir kepada Allah Swt. Belakangan ini telah banyak ditawarkan nasyid-nasyid Islami yang indah dan merdu sebagai solusi alternatif dari lagu-lagu yang mengagungkan cinta dan kesyirikan kepada Allah Swt.
The beauty of Existence is remembering Allah Azza wa Jalla :
https://www.youtube.com/embed/NrsCej6SVxM
Lirik lagu ini mengingatkan bahwa keindahan dari kehidupan adalah mengingat Allah Swt. Hidup menjadi bersih dengan cahaya petunjuk-Nya. Jiwa menjadi yakin dalam taat kepada-Nya.Ampunan dari-Mu yang kuinginkan bukan yang lain. Dan itulah kebahagiaan mencapai tingkat yang paling tinggi.
Love with The Prophet Saw :
https://www.youtube.com/watch?v=fWCgZjSc67Y&list=RDfWCgZjSc67Y&index=1
Assalamualaika Rasulullah Saw :
https://www.youtube.com/watch?v=lVRo-5QjVMA
Dua nasyid ini mendoakan berupa sholawat dan salam kepada Rasulullah Saw sebagai perintah Allah Swt dalam QS Al-Ahzab 56 :
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”.
Jadi bershalawat termasuk perintah dari Allah SWT dan sebagai pembuktian pengabdian kepada Nya.
Selasa, 25 Agustus 2020
Kita Cerita tentang Bank Sentral Syariah Hari ini dan Nanti...(Part 3)
Syarat yang harus dipenuhi untuk mewujudkan peradaban bank sentral yang syariah adalah sebagai berikut :
1. Terdapat seorang pemimpin/ leader yang jujur dan berani.
Sebuah peradaban bank sentral syariah harus dibawakan oleh pemimpin yang jujur dan berani. Dalam sebuah sirah diceritakan bahwa Rasulullah Saw ketika membawa risalah kenabian untuk mengubah peradaban dunia, pertamakali yang beliau lakukan adalah mengumpulkan dan mengajak seluruh keluarga dan karib kerabatnya. Kemudian Rasulullah Saw bertanya: Apabila kukatakan bahwa dibelakang bukit uhud ada segerombolan pasukan berkuda. Apakah kalian percaya dengan yang apa kukatakan? Semua keluarga mengatakan : Kami percaya Muhammad, karena engkau tidak pernah berdusta dengan yang apa kamu katakan. Kemudian Rasulullah bertanya kembali : Apabila kuberitahu kalian sebuah perkataan yang apabila kalian pegang dengan teguh maka kalian akan menguasai dunia ini kelak?. Mereka terperanjat dan bertanya : Apa itu ya Muhammad? Kemudian Rasulullah Saw menjawab : Perkataan itu adalah syahadatain, yaitu kalian bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Swt, dan kalian bersaksi Muhammad Saw adalah pembawa risalah Allah Swt. Kemudian mereka berkata : Celaka engkau Muhammad, engkau mengajarkan perkataan yang dibenci oleh para pemimpin dan raja-raja.
Sepenggal cerita ini menggambarkan bahwa untuk menyampaikan sebuah peradaban baru perlu keberanian untuk mengkomunikasikan ke banyak orang. Selain itu perlu strategi untuk menyampaikan kepada orang-orang terdekat terlebih dahulu. Karena ketika seorang pemimpin mengajak kepada risalah kebenaran. Sunnatullah, para golongan pengikut kebatilan tidak akan senang dan tidak akan rela. Sebagaimana perkataan Allah Swt dalam Al-Quran Surat At-Taubah ayat 32 : Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.
Seorang leader yang adil bertindak sebagai lokomotif dan menjadi motor penggerak dalam setiap perubahan. Oleh karenanya Imam Ahmad pernah berkata: Apabila engkau hanya dipersilahkan satu doa yang akan dikabulkan oleh Allah Swt, maka mintalah kepada Allah Swt pemimpin yang adil. Pemimpin yang adil itulah pemimpin yang jujur dan berani. Pemimpin yang memiliki keyakinan apa yang bersumber dari Allah Swt adalah sebuah kebenaran yang mutlak.
2. Konsep Syariah membawa Rahmat lil alamin.
Konsep yang berlandaskan kepada syariah pasti akan membawa manusia kepada keselamatan seluruh alam. Karena konsep syariah yang diberikan kepada manusia bersumber dari Sang Maha Pencipta yang Maha Berilmu, Maha Mengetahui, dan Maha Berkuasa atas segala sesuatu.
Dan kita harus meyakini bahwa konsep riba tidak dikenal dalam syariah, bahkan Allah Swt melaknatnya dengan keras sekali, dijelaskan dalam QS Albaqarah 275 : Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri, melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berpendapat, sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
Peringatan ini menurut hemat kami wajib ditaati oleh seluruh manusia, mengingat Al-Quran diturunkan sebagai petunjuk kepada manusia bukan hanya petunjuk kepada orang muslim saja (QS Al-Baqarah 185). Dalam Al-Quran Surat Al-Isra 81 dijelaskan pula bahwa : Kebenaran pasti datang dan kebatilan pasti binasa. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti binasa. Hemat kami, mewujudkan peradaban bank sentral yang syariah merupakan kebenaran dan cita-cita luhur untuk memperoleh ridho dan berkahnya Tuhan. Dan apabila kita masih berpegang pada sesuatu yang tidak syariah (kebatilan), maka suatu saat nanti akan binasa. Alangkah bahagianya kita, apabila kita digolongkan oleh Allah Swt sebagai orang-orang pejuang dan pembela peradaban syariah.
3. Diperlukan adanya champion dan dukungan Dewan Syariah.
Peradaban syariah memerlukan champion militan untuk melanggengkan sebuah cita-cita luhur. Sebagaimana sejarah penaklukan Konstantinopel, sebuah negara super power pada saat itu, oleh Muhammad Al-Fatih tahun 1453 H. Rasulullah Saw mengilustrasikan pasukan penakluk Konstantinopel adalah pasukan yang dipimpin oleh pemimpin terbaik dan didukung oleh pasukan-pasukan terbaik (champion).
Sebuah ajaran yang baik harus memiliki pengikut yang fanatik untuk melanggengkan sebuah visi dan misi. Dan ini harus dibantu oleh para alim ulama sebagai penasehat spritual. Pemimpin yang adil dan pengikut fanatik harus disuburkan secara rutin dengan pemahaman, motivasi dan semangat bahwa Allah Swt selalu bersama-sama dengan orang-orang yang beriman, yaitu : Pemimpin adil dan pengikut fanatik. Hemat kami, GBI telah memikirkan ini dengan membentuk kajian pimpinan Satker setiap hari Jumat, dimana pimpinan satker agar selalu berupaya menerapkan syariah dalam setiap bisnis proses pekerjaan yang dilakukan.
Dalam rangka championship, BI memerlukan strategic partner yaitu para alim ulama/ dewan syariah, sebagai dewan penasihat untuk menjaga kegiatan perbankan dan bank sentral tetap berada dalam orbit syariah. Bahwasanya dengan penerapan konsep syariah pasti lebih berkah harus disosialisasikan dan dipahami semua pegawai dan semua orang. Karena kompensasinya keberkahan Allah Swt adalan lain dan tidak lain hanyalah surga balasannya. Kerangka berpikir ini selalu dipupuk dan dilestarikan bagi seluruh rakyat Indonesia yang mayoritas muslim.
Kata orang bijak : Jalankan peradaban syariah dengan diiringi doa para ulama, yaitu orang-orang yang takut kepada Allah Swt, agar diberikan barokah oleh Allah Swt.
Closing Spirit
Peradaban syariah adalah sebuah langkah untuk menuju ke sebuah perubahan yang lebih baik, tanpa mengabaikan sandaran tujuan kita kepada Allah Swt. Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Allah Swt akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya (QS Al-Araf 96).
Meskipun perjalanan peradaban syariah ini berliku dan penuh rintangan, namun yang terpenting bahwa kita telah memiliki cita-cita, dan perjuangan kita berada on the right track. Selanjutnya proses, usaha, dan cita-cita ini yang akan kita sampaikan kepada Allah Swt ketika kita berada dalam pengadilan Allah Swt di padang mahsyar.





