Sabtu, 20 Juni 2026

Tahun Baru 1448 H....

Menyambut Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1448H. Momen ini dapat menjadi waktu yang sangat istimewa untuk berhenti sejenak, menarik napas dalam-dalam, dan melihat kembali perjalanan hidup kita. Meskipun muhasabah itu dapat dilakukan setiap waktu, tidak perlu menunggu tahun Baru.

Esensi dari Hijrah bukan sekadar pindah secara fisik, melainkan sebuah transformasi spiritual menjadikan hidup lebih bermakna dan berkah.

Dari mana kita harus memulainya?

Kata Imam Hasan al-Basri : "Perbaiki sholatmu, maka Allah akan memperbaiki hidupmu" Bukan hanya sekedar kata bijak yang penuh hikmah, melainkan sebuah prinsip hidup yang sangat mendalam dan memiliki akar yang kuat dalam ajaran Islam.

Pernyataan ini bukan sekadar kalimat motivasi, melainkan sebuah refleksi dari bagaimana hubungan seorang hamba dengan Penciptanya menentukan kualitas seluruh aspek kehidupannya.

Rasulullah SAW bersabda bahwa amalan yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah sholat. Jika sholatnya baik, maka beruntung dan sukseslah ia. Jika sholatnya rusak, maka kecewa dan merugilah ia (HR. Tirmidzi). Ketika fondasi utama hidup kita kokoh, urusan yang lain akan ikut tegak.

 Sholat yang dilakukan dengan khusyuk dan benar akan menjadi perisai otomatis yang menjaga seseorang dari keputusan-keputusan buruk, maksiat, dan lingkaran setan yang bisa menghancurkan hidupnya.

Hidup penuh dengan tekanan. Sholat adalah momen di mana seorang hamba "beristirahat" dari hiruk-pikuk dunia dan berserah diri total. Jiwa yang tenang setelah sholat akan melahirkan pikiran yang jernih untuk menyelesaikan berbagai masalah hidup.

Orang yang menjaga sholatnya di awal waktu secara tidak langsung sedang melatih kedisiplinan dan menata prioritas hidupnya: mendahulukan panggilan Sang Pencipta di atas urusan makhluk. Ketika kita mendahulukan Allah, Allah akan mudahkan urusan kita.

Apa lagi yang perlu diingat?

Hidup di dunia hanyalah sementara, kita hanya seorang musafir di dunia, Dan akan tinggal di alam yang kekal yaitu Akhirat.

Hidup di dunia penuh dengan ujian. Hidup di dunia adalah perjuangan untuk melawan godaan iblis Dan godaan syaitan, karena seluruh manusia akan diuji untuk dibalas oleh Allah dengan surga Nya. Nasehat Imam Ahmad bin hambal : "Dunia tempat berlelah-lelah untuk berjuang dalam ketaatan, Dan istirahat mu ketika kakimu bisa menapak di surga Allah Swt.."


Tidak ada komentar: