Sabtu, 21 Februari 2026

Salah satu keutamaan Ramadhan...

Ada kisah yang bersumber dari sahabat Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu 'anhu. Beliau menceritakan tentang dua orang pria dari suku Qudha'ah yang datang menemui Rasulullah SAW dan memeluk Islam bersama-sama.

Berikut adalah detail dan penjelasan dari sudut pandang ilmu hadis: Ringkasan Riwayat (Hadis Thalhah bin Ubaidillah)
Semangat Ibadah: Dari dua orang tersebut, salah satunya memang sangat giat berjihad hingga akhirnya ia gugur syahid dalam sebuah peperangan.

Kematian yang Kedua: Sahabat yang satu lagi (yang tidak syahid di perang tersebut) hidup setahun lebih lama, kemudian ia meninggal dunia (di atas tempat tidurnya).

Mimpi Thalhah: Thalhah bermimpi berada di depan pintu surga. Ia melihat orang yang meninggal belakangan (yang tidak syahid) justru dipanggil masuk surga lebih dahulu daripada rekannya yang mati syahid.

Keheranan Para Sahabat: Keesokan harinya, Thalhah menceritakan mimpi ini kepada orang-orang dan mereka semua merasa heran. Bagaimana mungkin orang yang mati di tempat tidur bisa mengalahkan derajat seorang Mujahid yang gugur syahid?

Penjelasan Rasulullah SAW
Berita ini sampai kepada Rasulullah SAW, lalu beliau bersabda untuk meluruskan pemahaman mereka:
"Bukankah orang ini hidup setahun lebih lama setelahnya?"
Para sahabat menjawab: "Benar."
Beliau bertanya lagi: "Bukankah ia mendapati Ramadhan lalu ia berpuasa, dan ia telah melakukan shalat sekian ribu rakaat serta sujud dalam setahun itu?"
Para sahabat menjawab: "Benar."
Rasulullah SAW bersabda: "Maka sungguh, perbedaan antara keduanya (di surga) lebih jauh daripada jarak antara langit dan bumi."
(HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Mengapa Kedudukannya Lebih Tinggi?
Secara tekstual, hadis ini mengajarkan beberapa poin penting bagi kita:
Nilai Umur yang Barakah: Umur panjang yang digunakan untuk taat kepada Allah adalah sebuah anugerah besar.
Keagungan Ramadhan: Satu kali saja seseorang mendapatkan kesempatan berpuasa Ramadhan dan menghidupkan malamnya dengan iman, itu dapat mengejar ketertinggalan pahala yang sangat besar, bahkan menandingi keutamaan mati syahid yang dilakukan sebelumnya.
Konsistensi Ibadah Rutin: Ribuan sujud dan shalat fardhu serta sunnah yang dilakukan selama satu tahun tambahan itu memberikan bobot timbangan yang luar biasa berat di sisi Allah SWT.

Ini adalah motivasi bagi kita agar tidak meremehkan kesempatan hidup yang Allah berikan, terutama ketika kita dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan.

Catatan Penting: Ini tidak berarti mati syahid itu kecil nilainya, melainkan menunjukkan betapa dahsyatnya rahmat Allah melalui ibadah puasa dan shalat yang dilakukan secara istiqamah dalam waktu yang lebih lama.

Tidak ada komentar: