Para rabi Yahudi tersebut memberikan tiga pertanyaan sulit yang menurut mereka hanya bisa dijawab oleh seorang Nabi yang menerima wahyu.
3 Pertanyaan Ujian Kenabian
Berikut adalah tiga hal yang ditanyakan kepada Rasulullah SAW beserta ringkasan jawabannya yang kemudian diabadikan dalam Surah Al-Kahfi dan Surah Al-Isra':
1. Tentang Ashabul Kahfi (Para Pemuda Gua)
Pertanyaan: Ceritakan tentang sekelompok pemuda di zaman dahulu yang memiliki kisah yang sangat ajaib.
Jawaban Rasulullah: Mereka adalah sekelompok pemuda beriman yang melarikan diri dari raja yang zalim demi mempertahankan tauhid. Allah menidurkan mereka di dalam gua selama 309 tahun (menurut perhitungan Hijriah). Kisah ini dijelaskan secara rinci dalam QS. Al-Kahfi ayat 9-26.
2. Tentang Dzulqarnain (Sang Penjelajah Agung)
Pertanyaan: Ceritakan tentang seorang pengembara yang telah menjelajah hingga ke ujung timur dan ujung barat bumi.
Jawaban Rasulullah: Beliau adalah Dzulqarnain, seorang pemimpin saleh yang diberi kekuasaan besar oleh Allah. Dalam perjalanannya, ia membantu suatu kaum dengan membangun dinding besi dan tembaga untuk mengurung bangsa Ya’juj dan Ma’juj. Kisah ini tertuang dalam QS. Al-Kahfi ayat 83-98.
3. Tentang Ruh
Pertanyaan: Apakah sebenarnya "Ruh" itu?
Jawaban Rasulullah: Berbeda dengan dua pertanyaan sebelumnya yang dijawab dengan narasi sejarah, untuk pertanyaan ini Allah memerintahkan Rasulullah untuk menjawab bahwa ruh adalah urusan Tuhan.
"Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: 'Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit'." (QS. Al-Isra': 85).
Catatan Penting: Mengapa Jawaban Sempat Tertunda?
Ada satu pelajaran berharga dari peristiwa ini. Ketika ditanya, Rasulullah SAW menjawab, "Aku akan menjawabnya besok," tanpa mengucapkan "Insya Allah".
Akibatnya, wahyu tidak turun selama kurang lebih 15 hari. Hal ini sempat membuat kaum Quraisy mengejek beliau. Namun, penundaan ini sebenarnya adalah teguran dari Allah sekaligus bukti bahwa Al-Qur'an bukanlah karangan Nabi Muhammad, melainkan murni wahyu yang turun sesuai kehendak Allah.
Jawaban tentang ruh adalah yang paling unik. Mengapa Allah tidak menjelaskan definisinya secara saintifik?
Keterbatasan Manusia: Allah ingin menunjukkan bahwa sehebat apa pun kecerdasan manusia (termasuk para pendeta Yahudi saat itu), ada wilayah "ghaib" yang hanya menjadi otoritas Sang Pencipta.
Pukulan Telak: Jawaban "Ruh adalah urusan Tuhanku" justru membuktikan bahwa Muhammad tidak mengarang jawaban. Jika beliau hanya ingin terlihat pintar, beliau bisa saja membuat teori filsafat. Namun, beliau jujur mengatakan apa yang disampaikan wahyu.
Wallahu a'lam
