Kamis, 23 Juli 2026

Mengajari Agama dengan Asik....

Isu penting dalam pola asuh anak (parenting) berbasis pendidikan fitrah.

Pengajaran Tanpa Kasih Sayang: Banyak orang tua fokus menuntut hafalan, kemampuan ibadah, dan penampilan luar agar anak terlihat "sholeh/sholehah", tetapi lupa mengajarkan anak untuk mencintai Allah dan mengenal mengapa mereka beribadah.

Kepatuhan Semu (Bukan kesadaran): Kepatuhan yang didasari ketakutan atau tekanan orang tua hanya bertahan sementara. Ketika pengawasan hilang (atau orang tua meninggal), anak berisiko menolak/meninggalkan ibadah tersebut.
Dampak Trauma Agama: Pemaksaan tanpa pemahaman dapat menimbulkan trauma psikologis pada anak (seperti cemas/histeris saat diminta shalat/ngaji) dan berpotensi memicu penyimpangan perilaku di kemudian hari.

Tujuan Pengasuhan: Mengalihkan ketergantungan dan kepatuhan anak dari orang tua kepada Allah SWT, sehingga anak tetap taat tanpa perlu diawasi manusia.

 Rekomendasi Pola Pengasuhan

1. Dahulukan Penanaman Tauhid & Cinta (Iman Sebelum Quran/Syariat)
Focus pada pembentukan iman sebelum menuntut capaian hafalan/teknis ibadah.
Kenalkan Allah lewat sifat-sifat-Nya yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Indah, bukan hanya sebagai sosok yang menakutkan/penghukum.

2. Hindari Pemaksaan & Metode Thoring (Menjejali)
Ganti tuntutan instan dengan keteladanan (uswah) dan pembiasaan yang menyenangkan.
Buat suasana belajar agama (mengaji/shalat) menjadi momen yang hangat, tenang, dan dinanti-nanti oleh anak.

3. Bangun Komunikasi & Kesadaran
Ajak anak berdialog tentang mengapa kita beribadah, bukan sekadar perintah satu arah.
Dengarkan perasaan anak jika mereka merasa lelah atau kesulitan, lalu berikan dorongan secara bertahap (gradual).

4. Niatkan Pengasuhan Karena Allah
Pastikan tuntutan kita kepada anak bukan demi prestise orang tua ("supaya dipuji orang lain"), melainkan demi kebaikan dan keselamatan fitrah anak itu sendiri.

Menawarlah Lewat Doa....


Saudaraku,

Semua takdir sudah ditulis. Namun menawarlah Lewat Doa. Karena ada hal-hal yang tidak berubah oleh kekuatanmu, tapi berubah dengan tangisanmu kepada Allah Swt.

Rasulullah Saw bersabda, "Tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali doa". (HR Tirmidzi). Jadi jangan pernah remehkan doa-doamu kepada Allah Swt. 

Kalau begitu cukupkah hanya dengan berdoa?

Allah Swt berfirman: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu mau mengubah dirinya." (QS Ar-ra'd 11). 

Maka mintalah ke langit Dan bergeraklah di bumi.

Sebelum sibuk meminta yang belum ada, maka jangan lupa syukuri dulu apa yang Allah Swt telah berikan. Kadang yang membuat doa terasa jauh, Bukan Karena Allah Swt tidak memberikan. Tapi karena kita lupa bersyukur.

Setelah bersyukur, banyaklah berdoa. Jangan hanya datang dengan daftar keinginan, tapi datang dengan hati yang tunduk. Setelah berdoa, bekerjalah. Doa Bukan alasan untuk diam, tetapi doa adalah tenaga agar kamu kuat berjalan.

Tapi ingat jangan cari jalan yang membuatmu jauh Dari Allah Swt. Jalan halal mungkin lebih berat, tapi ia lebih dekat dengan pertolongan Allah Swt. 

Jadi Saudaraku, berdoa dan bekerja, hasil kita serahkan kepada Allah Swt. Dan ketahuilah, tidak semua yang kita inginkan baik untuk kita. Sisakan ruang bahwa Allah Swt adalah Tuhan yang Maha Dari Segala Maha. 

Wallahu 'alam.


Rabu, 22 Juli 2026

Nasihat Syeikh Ramadhan Al-Buthi....


Saudaraku,
Sekalipun kau tidak disukai, kau hanya tidak disukai manusia, lantas kenapa kau menderita? Dan sekalipun engkau dicintai, kau hanya dicintai manusia, lantas mengapa kau sangat bangga..?

Ketika Allah Swt menyempitkan duniamu, ketahuilah bahwa Dia sedang ingin membukakan pintu kedekatan Nya kepadamu melalui jalur rintihan doa-doamu...

Orang yang cerdas selalu memandang hari esok setelah hari kematiannya. Orang itu selalu mempersiapkan bekalnya seolah-olah ajal akan menjemputnya pada kedipan mata berikutnya...

Dunia ini jembatan penyeberangan dan bukan tempat tinggal. Jangan pernah sibuk menghias jembatan hingga lupa membangun rumah tujuan diseberang sana...

Ketika hati terikat secara berlebihan pada makhluk, kehadirannya akan mendatangkan kesenangan yang semu, kehilangannya pasti menimbulkan kegelisahan yang luar biasa. Maka tempatkanlah cinta tertinggi hanya pada Allah Swt yang tidak pernah hilang Dan tidak pernah binasa....

Syaikh wafat pada hari Kamis malam tgl 21 Maret 2013 saat memberikan kajian tafsir Al-Quran. Barakallahu kita sampaikan kepada beliau, semoga Allah Swt memudahkan kita semua agar dijemput dalam keadaan istiqomah dalam dinul Islam..❤️


Sabtu, 04 Juli 2026

Ketika Harapan tidak Tergapai....

Saudaraku, 

Hampir semua orang mempunyai kemauan, mempunyai Harapan, atau cita-cita. Namun tidak selalu Harapan sesuai dengan kenyataan atau tidak semua doa-doa dikabulkan. Dan kita pun juga harus seimbang ketika menilai, bahwa nyatanya banyak sekali Harapan atau kemauan yang sering dipertemukan oleh Allah Swt. Namun yang seringkali kita permasalahkan hanyalah ketika doa-doa atau Harapan kita belum terjawab.

Yang perlu kita sadari ketika Harapan kita tidak Tergapai, yang sedih tidak hanya kita, orangtua pasti sedih, kaka atau adik juga sedih, orang-orang terdekat juga merasakan kesedihan itu. Namun apakah kita akan larut pada kesedihan itu? Apakah sudah tidak ada lagi pintu-pintu alternatif untuk menuju Harapan atau cita-cita kita?

Ketika kita mengalami musibah, ujian atau kemalangan karena permintaan atau Harapan tidak Tergapai seringkali yang kita salahkan Allah Swt. Seolah-olah Allah Swt tidak adil. Seolah-olah Allah tidak sayang kepada hamba-hamba Nya yang telah beriman, taat Dan patuh. Kapan pertolongan itu akan datang? Dimana Kun fayakun mu ya Robb?

Saudaraku, 

Di dalam AlQuran Surat Ar-rahman ayat 29, artinya : "Segala apa yang di langit Dan di bumi selalu meminta kepada Allah. Dan Setiap waktu Allah Swt selalu dalam kesibukan".

Makna tafsir ibnu katsir Dan Jalaludin dari ayat ini adalah :
1) Semua makhluk—baik malaikat di langit, manusia, jin, hewan, hingga tumbuhan di bumi—semuanya bergantung dan butuh kepada Allah SWT. Allah tidak hanya menyelesaikan urusan manusia.

Manusia dan makhluk lainnya meminta rezeki, kesehatan, hidayah, keselamatan, serta solusi atas problematika hidup mereka. Bahkan, makhluk yang tidak berdoa dengan lisan pun tetap dipenuhi kebutuhannya agar tetap bertahan hidup.

2) Kesibukan Allah Swt yang tidak pernah lalai dalam mengurus alam semesta. Semua urusan baik  tumbuh atau berkembang maupun layu atau mati, terjadi  tidak dengan sendirinya, semuanya ada dalam genggaman Allah Swt.

Kesibukan" Allah tidak sama dengan kesibukan makhluk yang menguras tenaga, membuat lelah, atau membuat-Nya mengabaikan urusan yang satu demi urusan yang lain. Allah mengatur miliaran galaksi dan urusan setiap individu dalam satu kedipan mata tanpa merasa payah sedikit pun.

Wallahu 'alam