Senin, 29 Desember 2025

Juru Bicara Kami....


وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ (169)
فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِم مِّنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (170) ۞ يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ 

Kami tidak akan pernah menganggapmu mati, kau akan selalu hidup di hati para pewaris manhaj Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, manhaj Thaifah Manshurah di Baitul Maqdis.

Sudah lama kami dengar kau gugur, tapi tak ada masalah, karena sejatinya kau tak pernah mati. 

Berilah kabar gembira kepada kami akan nikmat yang kau dapatkan di sisi Allah karena perjuanganmu menjalankan puncak tertinggi agama ini sampai memperoleh predikat tertinggi dari seorang pejuang.

Kami tidak akan mengucapkan selamat jalan, karena kau tak pernah berjalan ke manapun, kau tetap ada di sini, di hati para Jundullah, di sisi Allah mendapat rejeki dan menginspirasi generasi berikutnya.

Dari perang Al-Furqan hingga Thufan Al-Aqsha.. 

- Al-Furqan, 2008
- Hijarat Sijjil, 2012
- Ashfun Ma'kul, 2014
- Pembunuhan Al-Zawari, 2017
- Saiful Quds, 2021
- Pahlawan Terowongan Kebebasan (nafaq hurriyah), 2021
- Thufan Al-Aqsha, 2023.

Suara Abu Ubaidah hadir bersama Gaza dalam perang-perang terhadapnya, berbicara sebagai juru bicara militer atas nama Brigade Al-Qassam. Dia mengumumkan posisi, operasi, dan janji-janji .mereka 

Kamis, 18 Desember 2025

Jejak Sejarah Perjuangan Dihapus....



Most semua apresiasi yang diberikan ke "Pejuang Palestina" via Instagram dan Facebook yang kami post dihapus satu demi persatu. Hal ini tentunya ikut dirasakan oleh anda semua sebagai pemerhati kemanusiaan dan keadilan yang posting perlawanan perjuangan Hamas dan Al-Quds.

Namun kami percaya bahwa episode kebenaran dan  episode kezholiman akan tetap kekal diperlihatkan kepada generasi mendatang, dan pastinya pejuang kebenaran pada akhirnya akan menghancurkan pejuang kebatilan, QS As-shaf ayat 8.


Di masa akhir zaman ini gelombang fitnah sangat dahsyat, "Sang Kebatilan" ligai memutarbalikan Fakta segala kebaikan dan kebenaran menjadi "salah" dihadapan publik dan masyarakat. Kemudian, mereka mampu menjadikan segala penindasan dan perbuatan kezholiman dapat mengelukan mereka sebagai "Pahlawan Dunia" atas nama penumpasan para teroris dan antisemit.

Dan sebaliknya "Sang Kebaikan" selalu penuh dengan kekhawatiran dan ketakutan untuk bersuara menunjukan kebenaran adalah memang benar dan kebatilan memang batil. "Sang Kebenaran" hanya berharap masyarakat mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mampu berfikir dan punya otak untuk dapat memilah memilih mana yang benar dan mana yang batil.

Gaza adalah sebuah model tentang tatanan global di mana hukum internasional diabaikan, kekerasan kolonial dinormalisasi, dan seluruh populasi dikorbankan tanpa hukuman.

Senin, 15 Desember 2025

Sang Pengirim Ababil....


Mohammed Zouari, Insinyur yang Mengirim “Ababil” ke Langit israel 

Pada peringatan wafatnya, nama Mohammed Zouari kembali dikenang. Ia bukan tokoh biasa, seorang insinyur penerbangan Tunisia yang jejak karyanya mengguncang medan konflik.

🔹 Lahir di kota Sfax, Tunisia, Januari 1967, Zouari adalah insinyur penerbangan sekaligus penemu.
🔹 Ia menempuh pendidikan teknik, bekerja sebagai pilot, dan lama hidup dalam pengasingan di sejumlah negara Arab.
🔹 Tahun 2006, di masa pengasingan, ia bergabung dengan Brigade Izzuddin al-Qassam dan berperan penting dalam pengembangan drone.
🔹 Pasca Revolusi Tunisia 2011, ia kembali ke tanah air dan mengajar sebagai dosen universitas.
🔹 Ia mendaftarkan disertasi tentang kapal selam tanpa awak dengan sistem kendali jarak jauh.
🔹 Tesis masternya secara khusus membahas pembuatan drone, yang kemudian ia realisasikan secara nyata.
🔹 Pada 2015, ia berhasil menciptakan drone operasional.
🔹 Istrinya mengungkapkan bahwa Zouari baru membuka nama aslinya setelah satu setengah tahun menikah, dan keterlibatannya bersama Qassam baru diketahui sang istri setelah ia wafat.
🔹 Sejak 2008, bersama tim khusus sayap militer Hamas, ia terlibat dalam pembuatan 30 unit drone.
🔹 Antara 2012–2013, ia menghabiskan 9 bulan di Jalur Gaza untuk mengawasi produksi drone “Ababil” yang digunakan dalam Perang 2014.

Sumber: Manshur 🇵🇸🇵🇸🇵🇸
Senin, 15 Des 2025

Jumat, 12 Desember 2025

Hari Anak Gaza....



Apakah Anak Gaza bukan bagian dari Anak-Anak Dunia?


Hari Anak Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal 20 November yang dikenal dengan The Universal Children's Day. Tapi Bukan untuk anak-anak Gaza

• 20.000 anak gugur.
• 450 bayi lahir lalu gugur.
• 154 anak meninggal dunia karena kelaparan.
• 14 anak meninggal dunia akibat kedinginan.
• 864 anak mengalami amputasi.
• 5.200 anak membutuhkan evakuasi medis segera
• 650.000 anak terancam mati kelaparan
• 40.000 bayi tidak memiliki susu
• 56.348 anak menjadi yatim

Pada Hari Anak Sedunia, masa kecil anak-anak Gaza perlahan musnah di depan mata dunia yang memilih diam.

Sumber: Al-Qastal
_______________

Simak kabar Palestina terkini di channel Telegram: 
🇵🇸 Halopalestina

So What is the WORLD Saying...?



Semua yang ada di Gaza dibumihanguskan baik anak-anak maupun ekosistemnya

So a lot miserable thing happens in Gaza, what is the World going to tell...

Terjemahan teks pada gambar:

Akhir tahun 2025, sebuah Survei telah membongkar mentalitas genosida penjajah Israel yang kata Dunia negara maju, moderen dan berbudaya?

• 62,5% lebih memilih membunuh warga Palestinians yang dicurigai, meskipun tanpa ancaman langsung.
• 55,3% mendukung pengeboman intensif di area Palestina yang padat penduduk.
• 53,8% menyetujui penggunaan warga Palestina sebagai tameng manusia.
• 60,6% menolak penyelidikan atas penyiksaan atau perlakuan buruk terhadap tawanan Palestina.
• 84% memberi penilaian “sangat baik” atau “baik” terhadap perilaku moral militer.
• 81,3% menganggap militer sebagai institusi paling dapat dipercaya.
• 56% menyatakan mereka atau anggota keluarga mereka ikut bertugas di militer atau cadangan sejak 7 Oktober.

Sumber : QudsN (Telegram)

Sabtu, 29 November 2025

Improving Leadership, Governance and Risk Management...



Currently there are two global challenges, namely digitalization and sustainability. 

Because of that, it needs: Building capacity, Ethics leadership, Distinguish between governance and management, Inspiring and empowering people, and navigating changes with integrity and vision.

If not, it will happen such as bribery in the companies and sexual scandals in Oxfam.

Corporate governance becomes very importance. It consists of: Build trust and accountability, Support long term success, Manage risks, Improve decision making, Boost investor confidence, Promote compliance and ethics, Align with stakeholders, Support sustainability, and Real independence.

Sound governance is indicated by: Effective corporate governance, accountable, shareholders, disclosure and transparency, board responsibilities, sustainability and resilience.

The obstacles and barriers in implementing Corporate Governance (CG) can be categorized into internal factors (from within the company) and external factors (from the surrounding environment), for instance: lack of understanding of governance, cultural barrier, liability/ risk concerns, and operational overload.



Jumat, 28 November 2025

London on Nov 2025...

Alhamdulilah 15 Nov 2025 Allah Swt ijin perjalankan saya dan istri ke London dalam rangka business trip mengikuti international workshop di hotel JW Marriott Grosvenor.

Perjalanan yang cukup jauh Jakarta-London tidak melulu hanya belajar pelatihan, tapi perlu dimanfaatkan secara maksimal dan optimal meliputi refreshment, memperkenalkan bank sentral Indonesia dan meningkatkan pengalaman selama perjalanan atas budaya dan kehidupan dan pencapaian Negara Inggris serta gambaran masyarakatnya.
10) Aston Martin Park Ln
11) Cotswold
12) Paddington 
14) Park Ln
15) Marble Arch 
16) Hyde Park 
17) Hotel Marriott Grosvenor 

Kamis, 27 November 2025

Amrika Allati Raytu...

Cerita pengalaman Syaikh Sayyid Qutb di Amerika Serikat yang dituangkan dalam buku Amrika Allati Raytu (The America I Have Seen) merupakan periode penting yang secara signifikan memengaruhi pemikiran dan aktivisme Islamnya, terutama setelah kembali ke Mesir.

Syaikh Sayyid Qutb berada di Amerika Serikat selama kurang lebih dua tahun, yaitu dari tahun 1948 hingga 1950, dengan tujuan untuk melakukan penelitian mengenai metode pengajaran dan memperdalam pengetahuan di bidang pendidikan atas beasiswa dari pemerintah Mesir.

Studi di Amerika
Ia belajar di beberapa institusi, termasuk:
Wilson's Teacher College di Washington D.C.,
Greeley College di Colorado (sekarang University of Northern Colorado), tempat ia meraih gelar Magister (MA), Stanford University di California.

Dampak dan Perubahan Pemikiran
Kunjungan ini justru menghasilkan kesan yang sangat kritis terhadap peradaban Barat dan Amerika, antara lain, yaitu :
1) Moralitas yang Bobrok: Ia terkejut oleh fenomena permisivitas seksual dan kegersangan moral, yang ia anggap sebagai akibat dari peradaban yang dibangun di atas dasar materialisme dan liberalisme tanpa nilai-nilai spiritual.
2) Rasisme dan Materialisme: Ia menyaksikan langsung rasisme dan budaya masyarakat Amerika yang ia anggap materialistis, kapitalis, dan feodalistik.
3) Dukungan terhadap Zionisme: Ia sangat marah oleh dukungan Amerika terhadap pembentukan negara Israel di tanah Palestina dan meningkatnya sentimen anti-Arab di Barat.
4) Kritik terhadap Gereja: Ia bahkan menuangkan kritik pesimistik terhadap peran dan personalitas pemimpin atau rohaniawan gereja dalam buku catatan perjalanannya, 

Hasil Pengalaman
Sekembalinya dari Amerika, pandangannya berubah drastis dan pengalaman telah menguatkan keyakinannya bahwa:
1) Hanya Islam yang mampu menyelamatkan manusia dari cengkeraman materialisme.
2) Masyarakat Barat berada dalam kondisi jahiliyah (kebodohan/keterbelakangan) modern karena memisahkan agama dari negara. 
3) Konsep jahiliyah modern ini menjadi salah satu ideologi yang perlu disadari sebagai alert oleh umat Islam.

Setelah kembali ke Mesir, ia mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai pegawai pemerintah dan secara resmi bergabung dengan gerakan Ikhwanul Muslimin.

Rabu, 26 November 2025

Cerpen Dari Andalusia....

Sebuah kisah moral yang terinspirasi oleh kekejaman nyata yang terjadi selama inkuisisi muslimin Spanyol.

Suatu sore, th 1525 di sebuah Penjara di Spanyol. Periode ini adalah puncak dari Inkuisisi Spanyol (terutama setelah jatuhnya Granada tahun 1492). 

Jendral Adolfo Roberto, pemimpin penjara yang terkenal bengis, tengah memeriksa setiap kamar tahanan. Setiap sipir penjara membungkukkan badannya serendah mungkin ketika ‘Algojo Penjara’ itu berlalu di hadapan mereka. Karena kalau tidak, sepatu ‘Jungle’ milik tuan Roberto itu akan mendarat di wajah mereka.

Roberto marah besar ketika dari sebuah kamar tahanan terdengar suara seseorang membaca Ayat2 Suci Alqur’an yang amat ia benci. “Hai … hentikan suara jelekmu ! Hentikan …!!!” Teriak Roberto sekeras-kerasnya sembari membelalakkan mata.

Namun apa yang terjadi ?

Lelaki di kamar tahanan tadi tetap saja membaca & bersenandung dengan khusyu’nya. Roberto bertambah berang. Algojo penjara itu menghampiri kamar tahanan yg sempit. Dengan congak ia meludahi wajah renta sang tahanan yg keriput hanya tinggal tulang. Tak puas sampai di situ, ia lalu menyulut wajah dan seluruh badan orang tua renta itu dgn rokoknya yg menyala.

Sungguh ajaib …! tak terdengar secuil pun keluh kesakitan. Bibir yg pucat kering milik sang tahanan amat gengsi untuk meneriakkan kata kepatuhan kepada sang Algojo.

Bibir keringnya hanya berkata lirih, _”Robbi, wa-ana ‘abduka …”. Tahanan lain yang menyaksikan kebiadaban itu serentak bertakbir sambil berkata, “Bersabarlah wahai ustadz … Insya Allah tempatmu di Syurga.”

Melihat kegigihan orang tua yang dipanggil ustadz oleh sesama tahanan, ‘algojo penjara’ itu bertambah memuncak amarahnya. Ia perintahkan pegawai penjara untuk membuka sel, dan ditariknya tubuh orang tua itu keras-keras hingga terjerembab di lantai. “Hai orang tua busuk…!! Bukankah engkau tahu, aku tidak suka bahasa jelekmu itu ?! Aku tidak suka apapun yang berhubungan dengan agamamu….!!!”

Sang Ustadz lalu berucap, “Sungguh … aku sangat merindukan kematian, agar aku segera dapat menjumpai kekasihku yang amat kucintai, Allah SWT. Karena kini aku berada di puncak kebahagiaan karena akan segera menemui-Nya. Maka patutkah aku berlutut kepadamu, hai manusia busuk ? Jika aku turuti kemauanmu, tentu aku termasuk orang2 yg zhalim”.

Baru saja kata-kata itu terhenti, sepatu laras Roberto sudah mendarat di wajahnya. Laki-laki itu terhuyung-huyung. Kemudian jatuh terkapar di lantai penjara dengan wajah bersimbah darah.
Ketika itulah dari saku baju penjaranya yang telah lusuh, meluncur sebuah ‘Buku Kecil’. Adolfo Roberto bermaksud memungutnya.

Namun tangan sang Ustadz telah terlebih dahulu mengambil dan menggenggamnya erat-erat.
“Berikan buku itu, hai laki-laki dungu !”, bentak Roberto. “Haram bagi tanganmu yang kafir dan berlumuran dosa untuk menyentuh barang suci ini !”, ucap sang ustadz dengan tatapan menghina pada Roberto. Tak ada jalan lain, akhirnya Roberto mengambil jalan paksa untuk mendapatkan buku itu. Sepatu laras berbobot dua kilogram itu ia gunakan untuk menginjak jari-jari tangan sang ustadz yang telah lemah. Suara gemeretak tulang yang patah terdengar menggetarkan hati.

Namun tidak demikian bagi Roberto. Laki-laki bengis itu malah merasa bangga mendengar gemeretak tulang yang terputus. Bahkan ‘algojo penjara’ itu merasa lebih puas lagi ketika melihat tetesan darah mengalir dari jari-jari musuhnya yang telah hancur. Setelah tangan renta itu tak berdaya, Roberto memungut buku kecil yang membuatnya penasaran. Perlahan Roberto membuka sampul buku yang telah lusuh. Mendadak algojo itu termenung dan berkata dalam hatinya : “Ah … sepertinya aku pernah mengenal buku ini. Tapi kapan ?? Ya, aku pernah mengenal buku ini.” suara hati Roberto bertanya-tanya.

Perlahan Roberto membuka lembaran pertama itu. Jenderal berumur 30 tahun itu bertambah terkejut tatkala melihat tulisan-tulisan “aneh” dalam buku itu.bRasanya ia pernah mengenal tulisan seperti itu dahulu. Namun, sekarang tak pernah dilihatnya di bumi Spanyol.

Akhirnya Roberto duduk di samping sang ustadz yang sedang sakarat melepas nafas-nafas terakhirnya. Wajah bengis sang algojo kini diliputi tanda tanya yang dalam. Mata Roberto rapat terpejam. Ia berusaha keras mengingat peristiwa yang di alaminya sewaktu masih kanak-kanak dulu.

Perlahan, sketsa masa lalu itu tergambar kembali dalam ingatan Roberto. Pemuda itu teringat ketika suatu sore di masa kanak-kanaknya terjadi kericuhan besar di negeri tempat kelahirannya ini.
Sore itu ia melihat peristiwa yang mengerikan di lapangan Inkuisisi (lapangan tempat pembantaian kaum muslimin di Andalusia). Di tempat itu tengah berlangsung pesta darah dan nyawa. Beribu-ribu jiwa kaum muslimin yg tak berdosa berjatuhan di bumi Andalusia. Di ujung kiri lapangan, beberapa puluh wanita berhijab (jilbab) digantung pada tiang-tiang besi yang terpancang tinggi. Tubuh mereka bergelantungan tertiup angin sore yang kencang, membuat pakaian muslimah yang dikenakan berkibar-kibar di udara.

Sementara, di tengah lapangan ratusan pemuda Islam dibakar hidup-hidup pada tiang-tiang salib, hanya karena tidak mau memasuki agama yang dibawa oleh para rahib. Seorang bocah laki-laki mungil tampan, berumur tujuh tahunan, malam itu masih berdiri tegak di lapangan Inkuisisi yang telah senyap. Korban-korban kebiadaban itu telah syahid semua. Bocah mungil itu mencucurkan airmatanya menatap sang ibu yang terkulai lemah di tiang gantungan.

Perlahan-lahan bocah itu mendekati tubuh sang Ummi (ibu) yang sudah tak bernyawa, sembari menggayuti abaya hitamnya. Sang bocah berkata dengan suara parau, “Ummi.. ummi.. mari kita pulang. Hari sudah malam. Bukankah ummi telah berjanji malam ini akan mengajariku lagi tentang alif, ba, ta, tsa ….? Ummi, cepat pulang ke rumah ummi …”

Bocah kecil itu akhirnya menangis keras, ketika sang ummi tak jua menjawab ucapannya. Ia semakin bingung dan takut, tak tahu harus berbuat apa. Untuk pulang ke rumah pun ia tak tahu arah. Akhirnya bocah itu berteriak memanggil bapaknya, _”Abi … Abi … Abi …”
Namun ia segera terhenti berteriak memanggil sang bapak ketika teringat kemarin sore bapaknya diseret dari rumah oleh beberapa orang berseragam.

“Hai … siapa kamu?!”_ teriak segerombolan orang yang tiba-tiba mendekati sang bocah. “Saya Ahmad Izzah, sedang menunggu Ummi …” jawab sang bocah memohon belas kasih.
“Hah … siapa namamu bocah ?? Coba ulangi !!!”
bentak salah seorang dari mereka
“Saya Ahmad Izzah …”_ sang bocah kembali menjawab dengan rasa takut. Tiba-tiba “plak! sebuah tamparan mendarat di pipi sang bocah.
“Hai bocah …! Wajahmu bagus tapi namamu jelek.
Aku benci namamu. Sekarang kuganti namamu dengan nama yang bagus. Namamu sekarang ‘Adolfo Roberto’ …Awas ! Jangan kau sebut lagi namamu yang jelek itu. Kalau kau sebut lagi nama lamamu itu, nanti akan kubunuh!”_ ancam laki-laki itu. Sang bocah meringis ketakutan, sembari tetap meneteskan air mata. Anak laki-laki mungil itu hanya menurut ketika gerombolan itu membawanya keluar dari lapangan Inkuisisi.

Akhirnya bocah tampan itu hidup bersama mereka. Roberto sadar dari renungannya yang panjang. Pemuda itu melompat ke arah sang tahanan. Secepat kilat dirobeknya baju penjara yang melekat pada tubuh sang ustadz. Ia mencari-cari sesuatu di pusar laki-laki itu.
Ketika ia menemukan sebuah ‘tanda hitam’ ia berteriak histeris, “Abi… Abi … Abi ..!!.”
Ia pun menangis keras, tak ubahnya seperti Ahmad Izzah dulu.

Pikirannya terus bergelut dengan masa lalunya.
Ia masih ingat betul, bahwa buku kecil yang ada di dalam genggamannya adalah Kitab Suci milik bapaknya, yang dulu sering dibawa dan dibaca ayahnya ketika hendak menidurkannya. Ia juga ingat betul ayahnya mempunyai ‘tanda hitam’ pada bagian pusarnya. Pemuda beringas itu terus meraung dan memeluk erat tubuh renta nan lemah. Tampak sekali ada penyesalan yang amat dalam atas ulahnya selama ini.

Lidahnya yang sudah berpuluh-puluh tahun alpa akan Islam, saat itu dengan spontan menyebut,
“Abi … aku masih ingat alif, ba, ta, tsa …”
Hanya sebatas kata itu yang masih terekam dalam benaknya. Sang ustadz segera membuka mata ketika merasakan ada tetesan hangat yang membasahi wajahnya. Dengan tatapan samar dia masih dapat melihat orang yang tadi menyiksanya habis-habisan kini tengah memeluknya.

“Tunjuki aku pada jalan yang telah engkau tempuh Abi, tunjukkan aku pada jalan itu …” Terdengar suara Roberto memelas. Sang ustadz tengah mengatur nafas untuk berkata-kata, ia lalu memejamkan matanya. Air matanya pun turut berlinang.

Betapa tidak, jika sekian puluh tahun kemudian, ternyata ia masih sempat berjumpa dengan buah hatinya, ditempat ini. Sungguh tak masuk akal.
Ini semata-mata bukti kebesaran Allah. Sang Abi dengan susah payah masih bisa berucap. “Anakku, pergilah engkau ke Mesir. Di sana banyak saudaramu. Katakan saja bahwa engkau kenal dengan Syaikh Abdullah Fattah Ismail Al-Andalusy. Belajarlah engkau di negeri itu”

Setelah selesai berpesan sang ustadz menghembuskan nafas terakhir dengan berbekal kalimah indah “Dua Kalimah Syahadat..! Beliau pergi menemui Robbnya dengan tersenyum, setelah sekian lama berjuang di bumi yang fana ini.

Beberapa tahun kemudian…..Ahmad Izzah telah menjadi seorang Ulama Besar di Mesir.
Seluruh hidupnya dibaktikan untuk agama Islam, sebagai ganti kekafiran yang di masa muda sempat disandangnya. Banyak pemuda Islam dari berbagai penjuru dunia berguru kepadanya … Al-Ustadz Ahmad Izzah Al-Andalusy.

Firman Allah Ta’ala:
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu. Tidak ada perubahan atas fitrah Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. 30:30)

Wallahu a'lam disadur dari wa grup Islam.

NB : Inkuisisi secara umum menjadi simbol penyiksaan dan perlakuan kejam atas nama agama dalam sejarah Eropa.

Selasa, 11 November 2025

Where to start?



Palestine is not just a place on a map, but the scent of jasmine blooming...


Untuk Bangsa Arab, Dunia Islam dan Internasional

"Ide rekonstruksi telah digaungkan di hadapan penduduk Gaza. Mereka yang menyerukannya dari luar negeri tampaknya hanya membayangkan pembersihan puing-puing, pengecoran beton, dan rehabilitasi infrastruktur."

"Tidak ada pembicaraan tentang membangun kembali rakyat, memulihkan institusi, martabat, dan rasa memiliki mereka."

Sultan Barakat dan Alison Phipps
Profesor kebijakan publik di Universitas Hamad Bin Khalifa, dan profesor kehormatan di Universitas York.⁠

Sumber: Al-Jazeera

Simak terus kabar Palestina di channel Telegram: 
🇵🇸 Halopalestina
✅ Join Channel: https://t.me/halopalestinacom

Senin, 10 November 2025

Pahlawan....


Pasukan Hamas di Gaza tak ubahnya seperti Pasukan Pejuang seperti layaknya pejuang kemerdekaan dan perdamaian di tanah air-mu. Kalau di Indonesia, mereka seperti Pasukan Bung Tomo pejuang kota Surabaya 10 November, Pasukan Gerilya Jendral Sudirman atau Pasukan Bambu runcing pembela tanah air.

Mereka adalah pahlawan pejuang kemerdekaan yang pastinya selalu difitnah dan tidak disenangi oleh penjajah dengan segala sebutan dan gelar penghinaan pemberontak, teroris, atau ekstrimis. Mereka pahlawan yang sangat dibenci dan dicaci  oleh Zionis karena militan, pantang menyerah, dan selalu melakukan perlawanan.

Doa dan keberpihakan kita selalu kepada para pahlawan pembela kemerdekaan dan perdamaian dunia rahmatan lil a'lamin. Doa dan hormat kita selalu kepada para pemberani pembela keadilan dan penentang kezaliman dan penghancuran terhadap segala penindasan kepada umat manusia berupa genosida dan perusak ekosistem yang tidak mengenal belas kemanusiaan dan lingkungan dan melebihi kebejatan binatang.

Jumat, 31 Oktober 2025

Hijabku Pakaianku...


Berhijab adalah bagian dari pakaian penutup aurat. Dia bukan untuk supaya terlihat alim. Dia bukan untuk merendahkan dirimu. Dia pun bukan untuk menghakimi perempuan yang tidak berhijab.

Namun dia tentang bukti taat kepada Allah Swt yang sudah terlalu banyak memberi nikmat. Dia tentang menghormati tubuh yang telah Allah Swt titipkan. Dia pun berguna untuk melindungi dirimu. Setiap dikenakan akan mengalir pahala karena cintamu kepada Sang Khalik.

Dan kalau ada teman/sahabat/saudara/guru/orangtua yang mengingatkan, ketahuilah mereka tidak bermaksud untuk mengekangmu atau memojokkanmu atau mencampuri urusanmu.

Tapi karena mereka tahu, suatu hari nanti, Allah Swt Sang Pencipta akan bertanya tentang itu....

Kamis, 16 Oktober 2025

Perjuangan Masih Panjang....

Per 7 Oktober 2025 meskipun pemboman israel sebagian besar telah berhenti, warga Palestina di Gaza berhati-hati untuk tidak merasa terlalu optimis karena mereka melihat tantangan yang masih ada di depan. Pasukan Israel belum sepenuhnya keluar dari Gaza, bantuan obat dan makanan pun belum ada, rumah mereka hancur dan sekarang Palestina memasuki awal musim dingin.

Laporan 11 Oktober 2025 yang dirilis oleh Costs of War Project di Brown University, menemukan bahwa: tanpa senjata dan uang AS, israel tidak akan mampu mempertahankan perang genosida di Gaza, memulai perang dengan Iran, atau berulang kali mengebom Yaman. Israel tidak akan mampu mempertahankan perangnya di Timur Tengah tanpa dukungan finansial signifikan dari Amerika Serikat yang mencapai lebih dari $21 miliar sejak Oktober 2023.

Di lain sisi, Israel telah melanggar kesepakatan gencatan senjata kurang dari 1 minggu setelah penandatanganan. Israel setuju untuk mengizinkan 600 truk bantuan setiap hari masuk ke Gaza sebagai bagian dari kesepakatan minggu lalu. Sekarang mereka mengatakan hanya akan mengizinkan 300 truk. Hal ini akan menjadi ujian pertama bagi "jaminan" yang diberikan oleh para mediator untuk meminta pertanggungjawaban israel atas pelanggaran gencatan senjata.

Berdasarkan berita penukaran tawanan per tgl 16 Oktober 2025, Israel menyerahkan 90 Jenazah Palestina Dengan Kondisi Sebagian Besar Mata Tertutup, Diborgol dan Penuh Bekas Siksaan. Jenazah-jenazah tersebut, yang saat ini disimpan di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis melalui Komite Internasional Palang Merah (ICRC).

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan bahwa jenazah-jenazah tersebut menunjukkan tanda-tanda penyiksaan, mutilasi, dan eksekusi di lapangan, dengan banyak yang ditemukan dalam keadaan mata tertutup dan tangan serta kaki terikat.

Simak terus kabar Palestina di channel Telegram: 
🇵🇸 Halopalestina
✅ Join Channel: https://t.me/halopalestinacom

Sabtu, 04 Oktober 2025

GSF pun tidak bergeming...


Global Flotilla - We are sailing for freedom

Menuju pantai Gaza sebanyak 496 aktivis dari 47 negara ambil bagian dalam Global Sumud Flotilla, seorang diantaranya berasal dari Indonesia. Mereka mengusung misi menembus blokade Gaza yang telah mencekik warga selama hampir dua dekade dengan membawa makanan, obat-obatan dan kebutuhan pokok sehari-hari.

Pantau secara live pergerakan Global Sumud Flotilla melalui link berikut:
https://globalsumudflotilla.org/tracker/

dan Live streaming di kanal Youtube Muhammad Husein Gaza :
https://www.youtube.com/watch?v=hE_XAA4vne0

Per 2 Oktober 2025 komunitas kemanusiaan Flotilla sudah memasuki jarak 150 mil ke Gaza. Mereka bersiap untuk mendekat, namun sekitar 50 mil dari pantai Gaza mereka sudah dihadang oleh Tentara Israel dan dialihkan ke pelabuhan Ashdod Israel. 

Daftar awal aktivis dan tokoh politik yang diculik oleh angkatan laut penjajah israel di atas kapal Global Sumud Flotilla, diantaranya :
🇸🇪 Greta Thunberg (aktivis iklim) 
🇿🇦 Mandla Mandela (cucu Nelson Mandela) 
🇧🇷 Luizianne Lins (anggota Kongres Brasil) 
🇵🇰 Mushtaq Ahmad Khan (mantan senator Pakistan) 
🇨🇴 Manuela Bedoya (aktivis Kolombia) 
🇨🇴 Luna Barreto (aktivis Kolombia) 
🇧🇷 Bruno Gilga (pemimpin serikat buruh Brasil) 
🇲🇾 Zizi Kirana (penyanyi Malaysia) 
🇲🇾 Farah Lee (influencer Malaysia) 
🇲🇾 Heliza & Hazwani Helmi (aktivis Malaysia) 
🇧🇷 Thiago Ávila (penyelenggara) 
🇩🇪 Enissa Amani (komedian & aktivis Jerman) 
🇪🇸 Ada Colau (mantan Wali Kota Barcelona) 
🇸🇪 Gustaf Skarsgård (aktor Swedia) 
🇲🇽 Arlin Medrano + 5 warga Meksiko lainnya
🇮🇪 Chris Andrews (Senator Irlandia) 
🇺🇸 Jasmine Ikeda (warga negara AS) 
🇪🇸 Nestor Prieto (jurnalis Spanyol) 
🇵🇸 Rima Hassan (anggota Parlemen Eropa) 

Terimakasih atas upaya yang telah dilakukan meskipun pada akhirnya semua aktivis kemanusiaan ditangkap oleh Tentara Israel. 

Syaikh Hasan Albana pernah berpesan : Menghadapi penjajahan Zionis Israel dan upaya pembebasan negara Palestina tidak bisa dilakukan hanya dengan mengemis dan berunding, melainkan harus dengan jihad dan kekuatan militer yang utuh karena beliau melihat cerai berai muslimin dalam memahami konflik ini.

Wallahu a'lam 


Jumat, 03 Oktober 2025

Spiritual journey of Ibrahim Traore's...



Inilah clip yang mengungkap jatidiri seorang lbrahim Traorè - Presiden termuda yang sedang jadi idola di kawasan Afrika :
1.Beliau terlahir sebagai non muslim. Menemukan islam justru pada saat pasukan elite anti terornya berperang dengan Separatis lslam di utara Burkina Faso.

2.Sentuhan terhadap lslam terjadi saat anggotanya yg bernama "Amadu" (terjemahan Ahmad) yang tertembak separatis namun jelang meninggal tetap tegar & sabar dalam keislamannya karena keyakinan akan segera bertemu dengan Tuhannya Allah azza wajalla.

3.Dalam clip tsb banyak analisa cerdas dan pemikiran Islam (sibghatallah / celupan Allah) yang diungkap oleh Traorè terkait fisolofi lslam yang inline dengan spirit perjuangannya dlm menegakkan hak, kemandirian & kesejahteraan rakyatnya dari ketidakadilan kolonial penjajah.

4. Islam telah membentuk kepribadian seorang Muslim yang bebas dari penghambaan kepada manusia baik materi maupun non materi. Dan menjadikan Allah Swt satu-satunya Sang Rabb sebagai Tuhan yang memberikan rejeki dan kehidupan, yang patut untuk disembah dan ditaati, dan kepada Nyalah kita semua kembali untuk mempertanggungjawabkan semua kekhalifahan yang Allah Swt amanahkan di bumi.

5.Untuk menambah wawasan lslam dari sisi politis & kenegaraan, silakan simak secara seksama clip video yg sangat menarik ini, terimakasih. Wallahu a'lam.

https://youtu.be/cUCBHKyKWxM?si=G13t0cSArjH8IKQJ


Kamis, 02 Oktober 2025

Sang Wasit Dunia....


Per 1 Okt 2025 Hasil kesepakatan dunia terhadap genosida Palestina, yaitu : Mesir, Qatar dan Turki mendorong Hamas agar menerima proposal Trump untuk perdamaian di Gaza. Diantara poinnya adalah Hamas menyerahkan senjatanya, dan tidak boleh memiliki peran apapun di Gaza mendatang.

Meskipun sejarah telah mencatat dengan tinta darah, peristiwa akibat kaum muslimin menyerahkan senjata ke musuh:

1. Tahun 1258 — Baghdad
Hulagu menjanjikan mereka keselamatan, tetapi kemudian terjadi pembantaian dan kejatuhan Baghdad ke tangan bangsa Tartar.

2. Tahun 1492 — Al-Andalus
Penyerahan senjata kepada raja-raja Katolik, kemudian terjadilah pembantaian dan kejatuhan Granada, serta pemaksaan kristenisasi terhadap kaum Muslim.

3. Tahun 1830 — Aljazair
Setelah perlawanan terhadap penjajah Prancis, ibu kota dan senjatanya diserahkan kepada Prancis, hasilnya: awal penjajahan Prancis atas Aljazair selama 132 tahun.

4. Tahun 1947 — Nakba Palestina
Beberapa desa menyerahkan senjata dengan janji-janji keamanan dari gerombolan Zionis, hasilnya: pembantaian Deir Yassin dan pengusiran (pengungsian) rakyat Palestina.

5. Tahun 1995 — Bosnia dan Herzegovina
Penyerahan senjata kepada Serbia di bawah pengawasan PBB, hasilnya: pembantaian Srebrenica, di mana lebih dari 8.000 Muslim Bosnia dibunuh.

Mereka menuntut pencabutan senjata dari sayap perlawanan di Gaza, padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak memerintahkan kalian untuk menyerahkannya; bahkan Dia memperingatkan agar tidak lengah terhadapnya.

Jika kelengahan terhadap senjata membuka satu celah bagi musuh untuk menyerang kalian, bagaimana kalau senjata itu diserahkan dan kalian benar-benar dikosongkan darinya secara sukarela?

Allah berfirman:
وَدَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَوْ تَغْفُلُوْنَ عَنْ اَسْلِحَتِكُمْ وَاَمْتِعَتِكُمْ فَيَمِيْلُوْنَ عَلَيْكُمْ مَّيْلَةً وَّاحِدَةًۗ

Orang-orang yang kafir ingin agar kamu lengah terhadap senjata dan harta bendamu, lalu mereka menyerbumu secara tiba-tiba. (QS. An Nisa: 102)

Dan siapakah yang lebih jujur selain Allah Yang Maha Agung.

Jangan bernegosiasi — jangan menyerahkan senjata!

Hamas kepada jaringan BBC: Menolak penarikan senjata dan memandang “kekuatan internasional” sebagai bentuk baru dari penjajahan.

Apabila sikap Hamas sesuai dengan yang diberitakan BBC, maka pilihan itu tepat, dikarenakan alasan-alasan berikut:

1. Tidak ada komitmen yang jelas dan tegas untuk menghentikan perang secara permanen.

2. Tidak ada komitmen yang jelas dan tegas untuk penarikan penuh dari Jalur Gaza.

3. Tidak ada komitmen yang jelas untuk tidak melanjutkan perang dan serangan lagi setelah dikembalikannya para tahanan dan sandera.

4. Tidak ada komitmen yang jelas untuk tidak melaksanakan skenario pengusiran/transfer penduduk setelah menerima rencana tersebut.

5. Tidak ada komitmen yang jelas untuk membebaskan seluruh tahanan Palestina.

6. Tidak ada komitmen untuk mengakhiri blokade yang diberlakukan terhadap Gaza selama dua puluh tahun.

7. Tidak ada komitmen untuk mendirikan negara Palestina yang nyata.

8. Tidak disebutkan ribuan korban syuhada dan luka-luka, atau kompensasi atas apa yang menimpa mereka selama dua tahun pembantaian.

9. Tidak ada penyebutan tentang meminta pertanggungjawaban entitas (Israel) dan Amerika atas kehancuran dan kerusakan di Gaza.

10. Rencana itu memaksakan pendudukan dan perwalian internasional serta Arab atas wilayah tersebut.

11. Rencana itu mewujudkan tujuan Netanyahu yang dinyatakan dari perang dan memberinya apa yang gagal ia capai lewat perang atau negosiasi.

12. Rencana itu akan menyelamatkan Netanyahu secara domestik (ia akan diberi pengampunan untuk semua kasus korupsinya) dan secara eksternal (tidak akan dikejar secara internasional sebagai penjahat perang).

13. Rencana itu bertujuan melepas isolasi internasional—khususnya Barat—terhadap entitas, yang telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya menurut pengakuan Netanyahu dan Trump.

14. Rencana itu menyediakan selubung licik untuk memperluas perjanjian normalisasi dengan entitas dan menggaet negara Arab/Islam lain seperti Indonesia, Pakistan, Qatar, dan lain-lain.

15. Rencana ini adalah konspirasi terbesar yang dialami bangsa Palestina dalam sejarah mereka, dengan kolusi Arab dan Islam yang memalukan.

16. Menerima rencana berarti kemenangan bagi Israel dan kekalahan bagi Palestina, serta penghapusan (penyelesaian) masalah Palestina.

17. Menerima rencana adalah bunuh diri politik bagi rakyat Palestina dan bagi penyelesaian mereka tanyakan apa yang terjadi saat Organisasi Pembebasan Palestina meletakkan senjatanya dan mengakui entitas…

Singkatnya: rencana ini adalah rencana untuk menundukkan, menyerah, dan penyerahan total bukan hanya dari pihak Palestina kepada entitas, tetapi juga dari pihak Arab dan Muslim, setelah dua tahun kekerasan, pelanggaran, dan kriminalitas di mana-mana, membuka jalan bagi Timur Tengah baru yang supremasinya dimonopoli oleh sayap kanan Zionis ekstrem dan menyiapkan landasan bagi berdirinya “israel Raya”…

Disadur dari Telegram Halo Palestina 
Wallahu a'lam

Kamis, 11 September 2025

Bangunan Sekolah dan Para Pendidik tanpa kecuali..

 
  We Will Never Meet Again....

Zionis melakukan penghancuran sistematis pusat pendidikan dan sekolah-sekolah, 150 Universitas hancur total Dan 370 hancur sebagian.

Para pelajar Palestina berjuang keras untuk menyelesaikan pendidikan mereka di tengah perang Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza. Sekolah, universitas, dan lembaga pendidikan terus menjadi sasaran sistematis, yang merampas akses pendidikan mereka selama lebih dari dua tahun.

Meskipun menghadapi tantangan yang sangat besar, ribuan pelajar telah berhasil mengejar cita-cita dan menyelesaikan studi mereka, tetap teguh dalam harapan menghadapi kehancuran dan kematian.

Sumber: QNN

Sabtu, 06 September 2025

Tenaga medis juga menderita...

Dalam peperangan telah diatur secara internasional untuk melindungi Tenaga Medis dan Rumah Sakit. Tapi semua dianggap angin lalu oleh Zionis Israel. 

Zionis Israel telah membunuh lebih dari 1.580 tenaga medis kemanusiaan di Gaza. Ini bukan sekadar kekejaman, ini adalah kejahatan dan pelanggaran HAM yang tak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun.

Rumah sakit di Gaza kini nyaris tak bernyawa. Ribuan tenaga medis gugur, rumah sakit Gaza sulit beroperasi tanpa pasokan obat, listrik, dan bahan bakar untuk keberlangsungan operasional.
Anak-anak dan bayi-bayi dibawa ke rumah sakit setelah terluka dalam pengeboman Israel, namun terlantar dalam tenda penampungan dengan pengobatan yang sangat tidak memadai.

Lebih dari itu dalam satu kesempatan pasukan Israel telah menghabisi nyawa 70 dokter di Jalur Gaza hanya dalam 50 hari terakhir. Diantaranya Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Dr. Marwan Al-Sultan, menjadi dokter ke-70 yang gugur dalam serangan Israel yang menghantam rumahnya.





Senin, 25 Agustus 2025

Please forgive us...

Gaza maafkan kami,
Kami hanya bisa melihatmu dari jauh,
Dari layar kecil yang sering melalaikan kami darimu,
Hanya bisa melihatmu dari gambar, video dan berita. Sementara setiap detik engkau kehilangan rumah bahkan nyawa.

Gaza maafkan kami,
Hari ini kami tidur dengan nyaman,
Sementara engkau tidur dibawah langit penuh dentuman mesin pembunuh.
Kami tidur di atas kasur yang empuk,
Sementara rumahmu hancur lebur.

Gaza maafkan kami,
Bagaimana mungkin kami tak menangis,
Bagaimana mungkin kami tak bersedih,
Melihat bayi-bayi terbungkus kain kafan,
Melihat ayah menggali kubur anaknya,
Melihat Ibu memeluk sang belahan hati yang telah kaku,
Berharap malam yang tenang penuh kedamaian,
Berharap siang tanpa jerit, bom dan kematian.

Gaza maafkan kami,
Kami selalu berdoa dengan segenap cinta,
Hasbunallah wani'mal wakil.
Ni'mal maula wani'mal nashiir.
Semoga Allah Swt mengganti semua luka dan derita dengan surga. 
Hadiah terbaik untuk para mujahidun Dan syuhada.

Sabtu, 23 Agustus 2025

Anda belum mengenal Hamas?

Ada yang bertanya mengenai penampilan tentara Hamas. Kenapa selalu mengenakan tutup wajah? Terkadang ada sebagian yang berpandangan negatif dengan tentara yang berpenampilan menutup wajah.

Pasukan Hamas menggunakan penutup wajah, seperti syal keffiyeh atau balaclava, untuk beberapa alasan utama yang berakar pada sejarah dan strategi perlawanan.

Alasan paling krusial menutupi wajah adalah untuk keamanan. Dengan menyamarkan identitas, mereka melindungi diri sendiri dan keluarga mereka dari target pihak lawan, yaitu Israel. Ini sangat penting untuk menghindari penangkapan, pembunuhan, atau pembalasan terhadap kerabat. 

Penutup wajah juga mempersulit pengumpulan intelijen oleh pihak Israel, yang dapat menggunakan rekaman video atau foto untuk mengidentifikasi dan melacak pejuang.

Penggunaan penutup wajah, terutama keffiyeh, memiliki makna historis dan simbolis yang dalam. Keffiyeh adalah simbol nasional Palestina yang telah lama dikaitkan dengan perjuangan.

Sejak Perjuangan Palestina tahun 1936, keffiyeh digunakan oleh petani dan pejuang Palestina untuk membedakan diri dari kelas perkotaan yang mengenakan fez (topi simbol modern dan egaliter).

Selama periode itu, pasukan Inggris melarang penggunaan keffiyeh, dan sebagai solidaritas, semua warga Palestina—petani, pedagang, dan kaum elit—mulai memakainya. Ini membuat sulit bagi Inggris untuk mengidentifikasi para perlawanan, mengubah keffiyeh menjadi simbol persatuan dan perjuangan.

Kini, tradisi tersebut diteruskan oleh pejuang Hamas dan faksi pejuang lainnya. Keffiyeh berfungsi sebagai lambang yang kuat untuk perjuangan, mewakili ketahanan, identitas, dan solidaritas dengan semua rakyat Palestina.

Selain alasan praktis, penggunaan penutup wajah juga berperan dalam perang psikologis. Dengan menutupi wajah mereka, para pejuang menciptakan aura misteri dan anonimitas. Ini membantu mereka memproyeksikan citra pasukan yang terorganisir dan berani, daripada individu yang mudah dikenali.

Di mata para pendukung, penutup wajah ini menjadi simbol heroisme dan pengorbanan, sementara di mata musuh, hal ini bisa menimbulkan ketidakpastian dan ketakutan karena sulit untuk mengukur kekuatan atau jumlah mereka secara pasti.

Penutup wajah juga membantu menyatukan para pejuang di bawah satu identitas kolektif, yaitu "Brigade Izzuddin Al-Qassam" (sayap militer Hamas) atau faksi lainnya, mengalihkan fokus dari identitas pribadi ke identitas kelompok.

Kamis, 21 Agustus 2025

Dunia tetap terdiam...


Jam terus berdetak merah, sementara dunia menyaksikan dalam diam. Meskipun ada riak-riak kecil yang memang kita syukuri bahwa masih ada keberpihakan pada kemanusiaan di Palestina.

Serangan Israel yang tak henti-hentinya terus berlanjut di Jalur Gaza, dengan serangan udara mematikan dalam sejarah kemanusiaan yang menghantam Gaza sepanjang waktu, hampir merenggut nyawa sekitar 100 warga Palestina setiap harinya.

Semua seruan masyarakat dunia "sang punya hati" dianggap angin lalu. Malah sebaliknya semua fakta genosida yang bertebaran di dunia jagat internet dipelintir bahwa semua itu "berita bohong". 

Dunia seperti terkulai dengan kepongahan Zionis Israel laknatullah. Sangat banyak pelanggaran yang dilakukan selama 2 tahun genosida sejak Oktober 2023 Topan Al-Aqsha. 

Meskipun dunia juga menutup mata atas kezoliman Zionis laknatullah yang terlama dalam sejarah imperialisme yaitu sejak peristiwa Nakba tahun 1948 sampai saat ini artinya 77 tahun lamanya. Penjajahan dari negara yang namanya Palestina berubah menjadi Gaza strip dan west bank dan sisanya telah dicaplok Zionis Israel laknatullah.

Finally kalimat indah sebagai penguat perjuangan Palestina "Hasbunallah wani'mal wakil, ni'mal maula wani'mal nashiir" Sungguh sebaik-baik penolong cukup hanyalah Allah Swt..

- - - - - - - - - - - - - -
Dapatkan info kemanusiaan Palestina terkini melalui channel Website Adara :
https://adararelief.com

Website Donasi Adara:
https://adaradonation.com

Senin, 11 Agustus 2025

Para Jurnalis di Gaza dibungkam..


Berdasarkan informasi 10 Agustus 2025, sejak Oktober 1023 satu sumber menyebutkan 238 Jurnalis terbunuh dalam perang genosida Zionis Israel. Salah satunya Anas Al-Sharif, tewas dalam serangan Israel di dekat Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza.

Pesan terakhir Anas al-Syarif

Jika kata-kata ini sampai kepada kalian, ketahuilah bahwa Israel telah berhasil membunuhku… dan membungkam suaraku.

Allah Maha Tahu bahwa aku telah mengerahkan seluruh tenaga dan kemampuanku, untuk menjadi sandaran dan suara bagi bangsaku.

Sejak mataku pertama kali terbuka melihat kehidupan di lorong-lorong sempit Kamp Pengungsi Jabalia, aku selalu berharap Allah memanjangkan umurku, agar suatu hari aku dapat pulang bersama keluarga dan orang-orang tercinta ke tanah kelahiran kami — kota ‘Asqalan yang dijajah, “Al-Majdal”. Namun, kehendak Allah lebih dahulu datang, dan ketetapan-Nya pasti berlaku.

Aku telah merasakan perihnya luka dan kehilangan, berulang kali. Namun, aku tak pernah berhenti menyampaikan kebenaran apa adanya, tanpa memutarbalikkan, tanpa mengaburkan.

Semoga Allah menjadi saksi atas siapa saja yang diam, yang merelakan kami dibunuh, yang mencekik napas kami… dan hatinya tak terguncang oleh tubuh-tubuh kecil anak-anak dan perempuan kami yang berserakan, tak tergerak menghentikan pembantaian yang telah menimpa rakyat kami lebih dari satu setengah tahun.

Aku berwasiat kepada kalian untuk Palestina — permata di mahkota umat Islam, detak jantung setiap jiwa merdeka di muka bumi.

Aku berwasiat kepada kalian untuk menjaga rakyatnya… terutama anak-anaknya yang tertindas, yang belum sempat bermimpi atau merasakan hidup aman dan damai. Anak-anak yang tubuh sucinya diremukkan ribuan ton bom dan roket Israel, yang jasadnya terkoyak… dan serpihan tubuhnya menempel di dinding-dinding rumah mereka.

Aku berwasiat: jangan biarkan belenggu membungkam kalian. Jangan biarkan garis batas membuat kalian berhenti melangkah. Jadilah jembatan yang menghubungkan menuju pembebasan negeri dan rakyat ini… sampai matahari kemuliaan dan kebebasan kembali terbit di atas tanah kami yang dirampas.

Aku berwasiat kepada kalian untuk berbuat baik kepada keluargaku.

Aku berwasiat untuk permata hatiku, putriku tercinta Sham, yang tak sempat kulihat tumbuh besar sebagaimana yang selalu aku impikan.
Aku berwasiat untuk putraku tersayang Shalah, yang kuharapkan menjadi penopangku dan teman seperjuangan hingga ia cukup kuat menggantikan pundakku, memikul amanah, dan melanjutkan misi ini.

Aku berwasiat untuk ibuku tercinta — berkat doa-doanya aku bisa bertahan sejauh ini. Doanya adalah bentengku, cahayanya adalah petunjuk jalanku. Semoga Allah meneguhkan hatinya, dan membalasnya dengan sebaik-baik balasan.

Aku juga berwasiat untuk istriku tercinta, Ummu Shalah – Bayan. Perang telah memisahkan kami berhari-hari, berbulan-bulan. Namun ia tetap teguh memegang janji, kokoh seperti batang zaitun yang tak pernah patah, sabar, tabah, memikul amanahku dengan kekuatan dan keimanan yang penuh.

Aku berwasiat kepada kalian semua: rangkullah mereka, jadilah sandaran bagi mereka, setelah Allah Azza wa Jalla.

Jika aku mati, maka aku mati dalam keteguhan prinsip. Aku bersaksi kepada Allah bahwa aku ridha dengan ketetapan-Nya, yakin akan perjumpaan dengan-Nya, dan percaya sepenuhnya bahwa apa yang ada di sisi Allah jauh lebih baik dan kekal.

Ya Allah, terimalah aku dalam barisan para syuhada. Ampunilah dosa-dosaku yang lalu maupun yang akan datang. Jadikan darahku cahaya yang menerangi jalan kebebasan bagi rakyat dan bangsaku.

Maafkan aku jika ada kekurangan. Doakan aku agar dirahmati, sebab aku telah berjalan di atas janji… dan aku tidak mengubah, tidak mengkhianati.

Jangan lupakan Gaza…
Dan jangan lupakan aku dalam doa-doa terbaik kalian, agar Allah mengampuni dan menerima amalanku.

Sumber: Masnhour 
Dari telegram Halo Palestina

Senin, 28 Juli 2025

Tahukah kamu hadist Rasulullah Saw?


Seorang juru bicara kantor kemanusiaan PBB memperingatkan bahwa seluruh penduduk Gaza berisiko kelaparan karena blokade Israel telah mengubah kantong itu menjadi “tempat paling lapar di Bumi”.

Menurut berita di akhir Mei 2025, Rezim Zionis mengakui dalam satu waktu telah mengubur atau membakar 1.000 truk bantuan yang ditujukan untuk Gaza.

"Kondisi kelaparan merupakan tindakan yang disengaja yang mereka coba terapkan pada kami. Hal itu sungguh tidak berperikemanusiaan lagi menindas kami." Seorang ibu Palestina menangis tersedu-sedu bercerita.

Mekanisme bantuan AS-Israel saat ini di Gaza tidak berfungsi untuk memberikan bantuan kemanusiaan, karena mereka harus berjalan jauh untuk mencapai pusat distribusi bantuan terdekat, tanpa ada jaminan mereka akan dapat kembali pulang karena sering terjadi penembakan dan pemboman.

"Jika melaparkan seekor kucing saja cukup membuat seseorang dilemparkan ke neraka. Bagaimana dengan ia yang melaparkan jutaan manusia di Gaza, dan mereka bukan sekedar manusia biasa tapi muslimun, muwahhidun lagi mujahidun?!"

Terekam percakapan antara ayah dengan anaknya : "Maafkan aku, Nak... 
Aku tidak punya apa-apa untuk mengisi rasa laparmu. Kita berdua sedang sekarat perlahan. Aku tidak menemukan apa yang bisa kuberikan agar kau tetap hidup, kecuali berbisik padamu sambil menangis: Berdoalah kepada Allah, karena hanya Dia yang mendengar keluhan orang lapar dan tertimpa musibah, setelah kita dikecewakan oleh semua orang." 

Jika hari ini tak tangisi kelemahanmu dalam menolong saudara-saudaramu di Gaza, bagaimana kelak engkau menjawab di hadapan Rabbmu?

حسبنا الله ونعم الوكيل ولا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم. اللهم اغفر لنا ضعفنا وتقصيرنا يا رب

#SahabatPalestina_ID
🇵🇸  

Kamis, 17 Juli 2025

No Space in our Land...


Tidak ada tempat bagimu di Tanah Kami...

Kami prajurit jundullah penegak kebenaran dan keadilan. Kami tetap di sini karena kami siap mati untuk memilih kemuliaan dan harkat martabat kemanusiaan.

Kami mencintai hidup, dan kami punya impian seperti kalian. Kami punya anak dan pasangan yang kami cintai. Namun, menjadi manusia sejati berarti tak pernah meninggalkan mereka yang membutuhkan kemanusiaan.

Penjajah selalu melakukan kampanye disinformasi, kebohongan dan penipuan tentang pembunuhan dan penghancuran, serta menolak menarik diri dan menghentikan agresi.

Ceritakan kepada dunia tentang kami. Katakan kepada mereka bahwa kami lebih manusiawi daripada mereka yang hanya mengaku manusiawi. Katakan kepada mereka bahwa kami memilih kematian daripada meninggalkan misi mulia kami.

Jangan hanya bilang kami pahlawan—katakanlah bahwa kami mengerti arti sesungguhnya menjadi manusia. Masih siap terus berjuang, tanpa henti, tanpa tapi 🇵🇸  

Rabu, 16 Juli 2025

Assyahid Abu Khalid...


Pesan-pesan Pemimpin Besar Asy-Syahid Muhammad Al-Daif "Abu Khaled": 

Wahai bangsa kami! 
Wahai rakyat kami! 
Wahai mahkota kepala kami!
Wahai donatur kami! 

Kalian bagian dari kami dan kami bagian dari kalian. Kejayaan kalian adalah kejayaan kami dan kemuliaan kalian adalah kemuliaan kami. Berbahagialah kalian atas kehormatan sebagai pendahulu dalam setiap medan jihad, karena kalian adalah orang-orang yang terdahulu. 

Kalian telah memberikan kepada perlawanan permata hati, wahai para pemenang dan pembuat sejarah! Semoga jihad kalian menjadi kebaikan dan kebun kalian berbuah dengan pertolongan Allah. Salam sejahtera bagi kalian wahai keluarga para syuhada, orang-orang yang terluka, yang tertimpa musibah, yang dipenjara dan yang diasingkan. 

Janji kami akan terus berjalan di jalan para syuhada sampai kami bertemu Allah dalam keadaan maju tanpa mundur.

Abu Ubaidah, 14 Juli 2025

Wallahu a'lam

Selasa, 24 Juni 2025

First daughter's achievement....

Pertamakali kalimat yang terucap syukur alhamdulilah kepada Allah Swt yang telah melimpahkan rahmat dan karunia Nya kepada kami terutama Adzkiya Salimah yang telah menyelesaikan pencapaian Studinya sebagai Sarjana Farmasi di Universitas Indonesia. Dan insya Allah akan melanjutkan kembali untuk menyelesaikan profesi keahliannya sebagai apoteker di Universitas yang sama selama satu tahun.

Saudaraku, Kalaulah tidak karena Rahmat dari Alloh SWT, maka kemenangan dan keberhasilan tidaklah mungkin diperoleh.

Kami juga mengucapkan barakallahu fiikum wa fiinaa. Keberkahan Allah Swt kepada anda dan kepada kami. Semoga keberhasilan ini juga menular kepada anak-anak lain yang sedang berjuang menuntut ilmu. Ilmu adalah investasi berharga agar anak-anak kita memiliki growth mindset to make different terhadap lingkungannya.

Sungguh, seorang yang menuntut ilmu akan ditinggikan derajatnya oleh Allah Swt. Karena dengan ilmunya dia akan lebih mengenal Tuhannya, kebesaran Tuhannya, kemahaluasan dan dalamnya ilmu Allah Swt. Dan pada akhirnya seorang yang berilmu akan berada pada kesimpulan mutlak bahwa benar kiranya kalimat tauhid "Tiada Tuhan kecuali Allah Swt"....

Kamis, 12 Juni 2025

Idul Adha 1446 H..


Tidak ada Ilah melainkan Allah, Dia Maha Besar, bagi Nya segala puji.
Dia memenuhi janji-Nya.
Memuliakan tentara-Nya.
Mengalahkan semua sekutu-sekutu musuhNya sendiri. Tidak perlu bantuan siapapun. Kekuatan Nya tak tertandingi.

Kami akan tetap di Bukit Rumat (Bukit para pemanah).
Karena di belakang kami,
Terdengar suara Nabi.
Yang mengguncang hati,
Janganlah kalian pergi!

Selamat Idul Adha 1446 H.

Brigade Al-Qassam
__

Simak terus kabar Palestina di channel Telegram: 

🇵🇸 Halopalestina
✅ Join Channel: https://t.me/halopalestinacom